Selasa 24 Mei 2016, 03:40 WIB

Eva Celia Langkah Kecil untuk Aksi Sosial

Fetry Wuryasti | Hiburan
Eva Celia Langkah Kecil untuk Aksi Sosial

MI/ BARY FATHAHILAH

 

SELEBRITAS dengan talenta beragam, Eva Celia Lesmana, 23, bercerita dirinya sering terlibat dalam kegiatan sosial. Diakuinya, kegiatan sosial itu lebih sering dilakukan secara mandiri ataupun kelompok kecil. Kata dia, semua perbuatan yang menuju ke arah lebih baik selalu dimulai dari langkah kecil. "Banyak kegiatan sosial yang saya lakukan, tapi independen atau bersama teman-teman. Memang tidak terlalu vokal. Kami hanya ingin selalu melakukan sesuatu untuk membuat hidup orang lain lebih baik," kata dia. Dia menambahkan, terakhir kali yang dilakukan kelompoknya ialah mengunjungi panti asuhan. "Mereka butuh popok sekali pakai, susu, alat cuci, sabun, dan lainnya. Selain itu, kami juga melakukan hal-hal kecil, seperti memberi mereka makan yang tidak punya rumah, ikut menyelamatkan binatang telantar. Sesederhana itu," cerita Eva.

Turun di lapangan untuk aksi sosial secara tidak langsung mengubah perilaku hidupnya menjadi lebih peka, baik dengan lingkungan maupun sesama manusia. Putri aktris Sophia Latjuba dan musikus Indra Lesmana itu didapuk menjadi penggerak perubahan (SDG movers) oleh organisasi PBB untuk membantu pengadaan air bersih ke berbagai daerah di pelosok Indonesia. Daerah yang pernah ia kunjungi, Sumba, memberikan inspirasi istimewa. Kekurangan air di Sumba membuatnya berpikir berkali-kali setiap akan menggunakan air. Dia merasa memiliki keterikatan dengan daerah itu semenjak menjalani syuting film layar lebar di sana. "Saya belajar banyak dari aksi sosial menyediakan pasokan air bersih ini. Sekarang jadi lebih mikir saat mandi bagaimana caranya 2-3 menit selesai. Ada perang batin juga ketika saya menghabiskan air, sementara di tempat lain yang juga Indonesia masih kekurangan air," aku Eva.

Pengalaman berharga yang dia dapatkan yang membuatnya menyadari belum peka dengan lingkungan ialah ketika menjalani syuting film layar lebar di Sumba. "Saat di Sumba untuk syuting, kami tinggal di Waingapu, kota tempat semua tersedia. Namun, saat di desa-desa, kami juga masih belum menyadari penduduk lokal sulit mendapat air bersih." Hal itu membuatnya sadar. Meski Sumba terlihat indah dan menyejukkan, ternyata penduduk setempat kesulitan mengakses kebutuhan air bersih.

"Makanya aksi sosial yang saya lakukan sebenarnya masih langkah kecil. Tapi dari situ, perubahan besar pelan-pelan terjadi," cerita Eva.Dia dan juga rekan-rekan, diakuinya, terlalu fokus mengerjakan syuting. Ada satu pengalaman yang menyadarkan dia bahwa banyak kesulitan yang dialami penduduk Sumba. Anak-anak sekolah berjalan kaki hanya memakai sandal, tas, dan baju yang kotor. "Padahal, jarak terdekat sekolah bisa ditempuh 15 hingga 20 menit menggunakan mobil. Itu jauh."

Inspirasi
Dia mengaku, sang ibu ialah inspirasi baginya untuk lebih peka terhadap permasalahan sosial yang terjadi di sekitar dan dunia. "Dari kecil mama sangat menginspirasi dan memberi perhatian, peduli dengan lingkungan, serta isu-isu dunia." Dia juga demikian. Dari dulu, pemeran Adriana dalam film Adriana itu selalu berpikir bagaimana cara membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. "Apalagi, saya sebagai orang lahir antara 1985-2000 ialah generasi Y yang menjadi populasi terbesar. Jadi, saya merasa penting sebagai generasi Y untuk membawa perubahan yang lebih baik di dunia," tutupnya saat diwawancarai Media Indonesia, Senin (23/5).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More