Jumat 13 Mei 2016, 22:08 WIB

Partai Beringin Karya Dideklarasikan, Akbar Kaget

Irvan Sihombing | Politik dan Hukum
Partai Beringin Karya Dideklarasikan, Akbar Kaget

MI/Galih Pradipta

 

MANTAN Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengaku kaget dengan kemunculan Partai Beringin Karya yang memiliki kemiripan dengan Partai Golkar dari sisi lambang dan warna. Ia menambahkan, pendirian Partai Beringin Karya merupakan sensasi belaka.

"Terus terang saya kaget dengan adanya informasi mengenai pendirian Partai Beringin Karya yang mirip dengan Partai Golkar. Negara ini memang mengizinkan pendirian organisasi politik, tetapi adanya partai yang mirip Golkar ini terus terang cukup mengagetkan," kata Akbar yang ditemui seusai debat bakal Calon Ketua Umum (Caketum) Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (13/5).

Akbar menambahkan Golkar sejatinya sudah solid kembali. Itu terbukti dengan proses kampanye dan debat yang berlangsung lancar. Delapan bakal caketum sama-sama bertekad memajukan Golkar setelah hampir dua tahun mengalami dualisme kepengurusan.

"Makanya saya kira berdirinya Partai Beringin Karya hanyalah sensasi. Apalagi tidak mudah untuk mendirikan dan membesarkan sebuah partai. Soal kemiripan ini, biar pemerintah saja yang mengambil tindakan," tandasnya.

Partai Beringin Karya dideklarasikan 13 Mei 2016. Mayjen TNI (Purn) Syamsu Djalal didapuk sebagai ketua umumnya. (Nav/OL-5)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Korporasi Jangan Sampai Lolos

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 02:20 WIB
VONIS seumur hidup yang dijatuhkan kepada seluruh terdakwa dalam kasus korupsi dana kelolaan PT Asuransi Jiwasraya (persero) atau AJS baru...
Istimewa

Polri: Sugi Nur Unggah Pernyataan ke Youtube karena Peduli NU

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 01:35 WIB
MOTIF tersangka Sugi Nur Rahardja mengunggah pernyataan yang menimbulkan kebencian melalui akun Youtube karena peduli  kepada...
dok.mi

Bawaslu: Dukungan via Medsos Dominasi Pelanggaran Netralitas ASN

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 00:45 WIB
BAWASLU RI menyebutkan pemberian dukungan terhadap paslon pilkada melalui media sosial menjadi tren tertinggi pelanggaran netralitas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya