Jabar Siapkan 32 RS Rujukan untuk PON

Penulis: BU/R-2 Pada: Rabu, 11 Mei 2016, 03:55 WIB Olahraga
Jabar Siapkan 32 RS Rujukan untuk PON

Foto Istimewa

UNTUK mengantisipasi kemungkinan cederanya para atlet, kontingen, dan ofisial selama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 32 rumah sakit rujukan di 15 kabupaten/kota. Hal terse-but dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Luchiyati, Selasa (10/5). "PB PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 telah melakukan penandatanganan kerja sama untuk rumah sakit rujukan selama pelaksanaan kegiatan itu. Saat ini, MoU telah dilakukan dengan 32 rumah sakit di 15 kabupaten/kota," kata Alam Lucy yang juga Ketua Bidang Kesehatan PB PON XIX dan Peparnas XV/2016.

Ia menyebutkan MoU itu juga diikuti sosialisasi kegiatan dan teknis penanganan pasien pada PON XIX/2016. Selain itu, pihaknya telah memberikan gambaran cabang olahraga yang dipertandingkan di dae-rah itu. Rumah sakit itu terdiri dari rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun swasta. "Kami sudah melakukan kunjungan ke rumah sakit itu, kami juga telah melakukan kunjungan ke tempat pertandingan olahraga," katanya Selain itu, Alma menjelaskan pihaknya telah melakukan networking dengan potensi-potensi bidang kesehatan di daerah, seperti dengan PMI, PMR atau sistem komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan medis pada PON XIX nanti. Di setiap kabupaten, kata dia, ada yang menggelar lebih dari satu atau dua pertanding-an, sehingga rumah sakit itu harus paham dan tahu dari mana saja pasien yang mungkin dirujuk. "Mereka diberi penjelasan tentang lokasi pertandingan, dan potensi kedaruratan yang disesuaikan dengan cabang olahraga masing-masing, sehingga mereka siap.

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More