Rabu 13 April 2016, 09:40 WIB

Pertamina Segera Uji Pasar Dex Lite

MI | Ekonomi
Pertamina Segera Uji Pasar Dex Lite

Antara/Yusran Uccang

 

PT Pertamina (persero) akan melakukan uji pasar terhadap produk bahan bakar terbaru untuk mesin diesel, yakni dex lite, mulai Jumat (15/4) di Jabodetbek. Produk dengan cetane number minimal 51 dan kandungan sulfur maksimal 1.200 part per milion (ppm) itu akan menggantikan jenis solar 48 yang telah lama digunakan.

"Kita akan uji pasar dengan harga Rp6.750 per liter," kata Vice President Fuel Retail Marketing Pertamina Afandi di Jakarta, kemarin.

Peluncuran varian terbaru solar itu juga untuk menghilangkan disparitas harga antara solar jenis pertamina dex dan solar subsidi. Uji coba akan dilakukan selama 2 hingga 3 bulan untuk kemudian dievaluasi terkait dengan respons pasar. "Target pasar pengguna kendaraan ialah diesel tipe lama," ujarnya.

Sampai akhir tahun ini, Pertamina mencadangkan 1.500 kiloliter (kl) dex lite dan bakal menyediakan 100 ribu kl pada 2016. "Kalau ada permintaan, kita tambah lagi. Kita punya kilang sendiri untuk dex lite ini. Target tahun ini 3%-5% pengguna solar beralih ke dex lite," tuturnya.

Di semester kedua tahun ini, Pertamina juga bakal merilis pertamax turbo dengan RON 98. Produk itu bakal berada di antara pertamax plus dengan RON 95 dan pertamax racing dengan RON minimal 100. "Kita sedang uji teknis pertamax turbo bekerja sama dengan Lamborghini di kompetisi balap di Eropa pada akhir April," kata Afandi.

Pertamax turbo nantinya akan menyasar mobil eksotis seperti Lamborghini, Ferrari, Porsche, dan mobil mewah Mercedes-Benz dan BMW yang selama ini menggunakan pertamax plus.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan momen harga BBM yang terus turun merupakan saat yang tepat bagi Pertamina untuk meningkatkan kualitas produk yang lebih ramah lingkungan. (Mus/Adi/E-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More