Kamis 07 April 2016, 17:35 WIB

Ancaman Tanah Longsor di Sungai Code dan Winongo

Ardi Teristi | Nusantara
Ancaman Tanah Longsor di Sungai Code dan Winongo

Dok. MI

 

TIM Mitigasi Bencana Fakultas Teknik UGM telah menyurvei terkait ancaman longsor di sepanjang sungai Code dan Winongo di wilayah Kota Yogyakarta. Dari hasil survei, tingkat kerentanan longsor di sekitar bantaran Sungai Code dan Winongo termasuk tinggi.

Pasalnya, sebagian besar tebing sungai memiliki lereng yang cukup curam dan tersusun oleh endapan yang belum terkompaksi secara baik. "Gerusan dari aliran air sungai juga mengikis pada bagian kaki tebing bisa mengurangi kestabilan lereng ditambah dengan banyaknya pemukiman yang berada di atas tebing yang menambah berat lereng," kata Dr Wahyu Wilopo, salah satu anggota tim peneliti, Kamis (7/4).

Menurut dosen Departemen Teknik Geologi FT UGM tersebut, besarnya risiko ancaman longsor juga disebabkan oleh konstruksi saluran pembuangan limbah rumah tangga milik warga. Konstruksinya dinilai kurang sesuai karena banyak dibuang langsung ke dalam tanah atau ke lereng yang akan memicu adanya erosi tebing.

"Idealnya jarak pemukiman dari tebing adalah sama dengan ketinggian tebing, sehingga bisa menjaga kestabilan lereng dalam jangka panjang,"
katanya.

Daerah yang memiliki risiko terjadinya longsor di Sungai Code meliputi daerah Pogung-Sendowo-Blimbingsari-Gondolayu-Kotabaru. Sedangkan Sungai Winongo meliputi daerah Tegalrejo sampai Bugisan.

Sebagai antisipasi atas ancaman tanah longsor, lanjut dia, tindakan mitigasi perlu dilakukan, antara lain dengan memperkuatan lereng, baik di kaki tebing maupun tebingnya. Cara memperkuat lereng adalah dengan memasang bronjong pada kaki tebing sungai yang berfungsi untuk mengurangi erosi sungai dan sebagai penahan tebing. Penguatan tebing juga bisa dilakukan dengan membuat talud.

"Perbaikan saluran pembuangan limbah rumah tangga yang kedap air dan salurannya sampai pada tubuh sungai juga harus dilakukan," lanjut dia. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More