Kamis 07 April 2016, 13:25 WIB

Perambahan TN Sembilang Mengkhawatirkan

Dwi Apriani | Nusantara
Perambahan TN Sembilang Mengkhawatirkan

ANTARA/HO/Nila Fu'adi

 

TAMAN Nasional Sembilang, Banyuasin, Sumatera Selatan perlahan mulai terkikis karena oknum-oknum yang bertindak sebagai pelaku ilegal logging. Beberapa hari lalu, Bupati Banyuasin mengaku telah mengamati langsung kondisi TN Sembilang yang tengah dijarah kayu-kayunya.

Kepada wartawan ini, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian mengatakan, melihat langsung benar adanya ilegal logging di kawasan tersebut. "Cara yang digunakan pelaku, batangan kayu yang sudah dirakit, dihanyutkan melalui sungai kecil dalam kawasan TN Sembilang ini," terang dia, Kamis (7/4).

Tak hanya itu, kegiatan pelaku terorganisir karena ditemukan juga adanya pemukiman di tengah TN Sembilang itu. Yan menegaskan, segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait seperti kepolisian dan pengelola TN Sembilang agar dapat mengatasi ilegal logging tersebut.

"Memang sudah marak dan berkembang, tapi kita bakal segera bertindak, agar TN Sembilang bisa bebas dari ilegal logging," ucapnya.

Hal itu dilakukan mengingat TN Sembilang merupakan kawasan hutan yang kaya akan beragam jenis pepohonan. Kapolres Banyuasin AKB Julihan Muntaha mengatakan, yang paling banyak kawasan ditambah adalah di lokasi Sungai Benu di tengah TN Sembilang. "Sudah nyaris habis dirambah oknum tak bertanggungjawab," ucapnya.

Ia mengakui, jika tidak ada antisipasi secepatnya untuk menanggulangi ilegal logging itu, diprediksi lima tahun yang akan datang TN Sembilang bakal gundul. "Bakal habis keindahan TN Sembilang, karenanya harus ada tindakan, dan pencegahan," cetusnya.

Kapolda Sumsel Irjen Djoko Prastowo mengatakan, pihaknya akan memberi perhatian untuk tuntaskan permasalahan ilegal logging di TN Sembilang. "Sudah dilakukan pengecekan langsung, tindakan tercepat yang kita ambil yakni bila ada kayu yang keluar langsung di cek asal usul, pengusaha, pemesan dan semua administrasinya. Jika tak lengkap dan tidak jelas, akan kita giring ke penindakan," beber Djoko. (OL-2)

Baca Juga

Istimewa

Selama Pandemi KSP di Karawang Banyak Gagal Bayar

👤Cikwan Suwandi 🕔Senin 23 November 2020, 23:35 WIB
SELAMA Covid-19, puluhan koperasi simpan pinjam (KSP) di Karawang, Jawa Barat mengaku kesulitan. Tingginya permintaan pinjaman dari anggota...
Ist

Satu Karyawan Positif Kantor Baznas Tarakan Tutup Sementara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 21:59 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan, Kalimantan Utara, tutup selama tiga hari setelah ada karyawannya yang tertular...
Antara

Tanah Adat di Papua dan Papua Barat Bakal Dijadikan Perkebunan

👤mediandonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 21:05 WIB
ADA enam wilayah adat di Papua dan Papua Barat yang punya banyak lahan tidur dan masyarakat ingin memanfaatkan lahan itu untuk perkebunan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya