Sabtu 02 April 2016, 03:40 WIB

Serapan Gabah Solo Raya Jauh dari Target

Administrator | Nusantara
Serapan Gabah Solo Raya Jauh dari Target

ANTARA

 

HINGGA akhir Maret, Perum Bulog yang membawahkan enam kabupaten dan satu kota di wilayah Solo Raya baru mendapatkan 2.171 ton setara beras.

Raihan panenan MT I petani ini masih jauh dari target serapan 100 ribu ton setara beras pada 2016.

Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Juliatmono meminta Bulog memprioritaskan panen gabah petani tanpa persyaratan sulit dan membeli dengan harga pantas sesuai harga pembelian pemerintah (HPP).

"Penegasan itu sudah disampaikan Bupati ketika menggelar rapat bersama Bulog beberapa hari lalu," tegas Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan Karanganyar, Supramnaryo, kepada Media Indonesia, Jumat (1/4).

Ketika dimintai konfirmasi soal itu, Kepala Bulog Subdivre Surakarta, M Rizal Mulyawan, belum bersedia memberikan penjelasan.

Presiden Joko Widodo pernah mengutarakan kekecewaannya karena gudang baru terisi sekitar 90 ton beras saat inspeksi ke Gudang Dolog Triyagan, Karanganyar, pada 11 Maret lalu.

Sementara itu, Bulog Subdivisi Regional Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan siap menyalurkan 6.250 ton beras rakyat sejahtera (rastra) untuk 415 ribu kepala keluarga di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap.

Akan tetapi, sampai sekarang belum ada jadwalnya.

Pada bagian lain, harga bawang merah di Kota Cirebon, Jawa Barat, kini telah menembus angka Rp50 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp40 ribu.

Para ibu rumah tangga pun akhirnya beralih menggunakan bumbu siap saji untuk menghemat pengeluaran terhadap bumbu.

Sekjen Dewan Bawang Nasional (Debanas) Mudatsir mengungkapkan, saat ini merupakan masa puncak kenaikan harga bawang merah, menyusul masuknya akhir musim paceklik.

Di Ibu Kota, untuk menstabilkan harga cabai di Jakarta, Kementerian Pertanian tengah berupaya membeli cabai merah keriting dan cabai rawit merah dari petani.

Jakarta adalah titik sentral yang memengaruhi pasar dan tingkat harga berbagai jenis hortikultura termasuk cabai.

Hal tersebut dikemukakan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sujono, di sela-sela kunjungannya ke Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kemarin.

Lebih dari 10 ton cabai telah dibeli seharga Rp24 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram dan didistribusikan dalam empat kali operasi pasar cabai di Jakarta.

Saat ini, rata-rata harga cabai masih berkisar Rp35 ribu-Rp40 ribu per kilogram, dan dengan operasi pasar itu diharapkan perlahan harga komoditas itu turun menjadi Rp25 ribu per kilogram. (WJ/LD/UL/MY/RF/N-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More