Sabtu 02 April 2016, 03:20 WIB

Aher Minta Tarif Angkot di Jabar Turun

Benny Bastiandy | Nusantara
Aher Minta Tarif Angkot di Jabar Turun

ANTARA

 

GUBERNUR Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau Aher, menginstruksikan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat untuk membahas penyesuaian tarif angkutan umum pascapenurunan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April.

"Saya minta Dishub Jabar menyesuaikan tarif bersama dengan pihak terkait," kata Aher di Gedung Negara Pa-kuan Kota Bandung, Jumat (1/4).

Pihaknya berupaya agar sejak Senin (4/4) sudah ada penyesuaian tarif angkutan umum untuk seluruh wilayah Jawa Barat.

Pihaknya juga berharap penyesuaian tarif angkutan umum pascapenurunan harga BBM diikuti penurunan harga kebutuhan pokok.

"Biasanya BBM naik, harga barang lang-sung naik. Namun, ketika harga BBM turun, harga barang-barang belum tentu diturunkan," kata dia.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Jawa Barat menyatakan siap menyesuaikan tarif terkait penurunan harga BBM.

Ketua Organda, Dedeh Widarsih, menegaskan Organda enggan dituduh sebagai pihak tidak mau menurunkan tarif.

"Kami akan mengikuti persentase penurunan tarif sesuai kesepakatan dengan pemerintah provinsi. Kami akan ikuti," kata dia.

Per 1 April, pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium dan solar. Harga premium di Jawa, Madura, dan Bali berubah dari Rp7.050 menjadi Rp6.550.

Harga premium di luar Jawa, Bali, dan Madura turun dari Rp6.950 menjadi Rp6.450.

Jenis lainnya, solar, dari semula Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter.

Sejumlah daerah di Jabar memutuskan hal senada dengan instruksi Aher.

Seperti di Kota Sukabumi, Kepala Dinas Perhubungan dan Bina Marga Sukabumi, Abdul Rachman, menjelaskan, tarif angkutan kota diturunkan.

"Ketika harga BBM di kisaran Rp6.000-Rp6.500 per liter, tarif angkutan kota sebesar Rp3.125. Sekarang, tarif dibulatkan menjadi Rp3 ribu untuk penumpang umum dan mahasiswa. Untuk pelajar tetap Rp2 ribu," kata dia.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Karawang, Dede Sudrajat, juga memastikan penurunan tarif angkutan berlaku mulai Senin (4/4).

Untuk trayek kuning yang mengarah ke wilayah perkotaan, tarif turun dari Rp3.500 menjadi Rp3.395, untuk trayek Cikampek-Klari-Johar, tarif turun dari Rp11 ribu menjadi Rp10.670, dan untuk Tanjungpura-Rengasdengklok, tarif turun dari Rp6.000 menjadi Rp5.820.


Tunggu wali kota

Wakil Sekretaris DPC Organda Kota Tasikmalaya, Asep Sutarman, menjelaskan penyesuaian tarif angkutan umum menunggu Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang sedang studi banding ke Jepang.

Sementara itu, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ruswanto, mengaku keputusan tarif angkutan akan dibahas pada Senin (4/4).

Ketua Organda Kota Cimahi, Dida Suprida, memastikan menolak penurunan tarif angkutan karena penurunan harga BBM tidak signifikan sehingga tidak mampu menutupi kebutuhan biaya operasional.

Dari Kota Padang, Sumatra Barat, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Padang, Rudy Rinaldi, memastikan tidak ada penurunan tarif angkutan karena ada kesepakatan bersama sejak Maret 2015.

Perjanjian itu, kata Rudy, menyepakati tarif angkutan berubah jika harga BBM berfluktuasi hingga Rp.1.000 per liter.

"Tarif angkot tidak bisa diturunkan meski harga BBM turun hingga Rp500 per liter," ujarnya. (BB/AD/DG/CS/FL/JH/DW/YH/PO/LN/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More