Jumat 01 April 2016, 22:30 WIB

Warga Pauh Padang Doa Bersama untuk Keselamatan Sandera

Yose Hendra | Nusantara
Warga Pauh Padang Doa Bersama untuk Keselamatan Sandera

ANTARA FOTO/Jojon

 

PELBAGAI cara dilakukan banyak orang demi keselamatan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina, pekan lalu. Salah satunya doa bersama seperti dilakukan warga Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat.

Pauh merupakan kampung Wendi Raknadian, salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) Tunda Brahma 12 yang menjadi korban pembajakan. Keluarganya tinggal di Jalan DR M Hatta, RT01/RW01, Kelurahan Padar Ambacang, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Demi keselamatan Wendi, warga Pauh pun menggelar doa bersama seusai salat Jumat, Jumat (1/4). Camat Pauh Wardas Tanjung mengatakan, doa bersama yang digelar sebagai wujud kepedulian atas musibah yang menimpa salah seorang warganya.

"Penyanderaan Wendi, bukan hanya musibah bagi keluarganya, tapi juga bagi kami, bahkan negara. Dengan doa bersama, selain meminta kepada Allah agar Wendi selamat, juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap sesama," ujarnya.

Selain Wendi, doa juga ditujukan untuk keselamatan semua korban penyanderaan.

Wardas berharap, dalam penanganan kasus ini Pemerintah Indonesia tidak gegabah, sehingga semua ABK bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka seperti sebelumnya.

Orangtua laki-laki Wendi Rakhadian, Aidil, mengaku terharu dengan kepedulian yang ditunjukkan warga bagi anaknya. "Saya ucapkan terima kasih, semoga anak kami bisa pulang dengan selamat dan berkumpul lagi dengan kami," ujarnya.

Aidil mengaku, terakhir kali berkomunikasi dengan Wendi pada Rabu (23/3). Saat itu, dikatakannya, Wendi mengabarkan sedang berada di perbatasan antara Malaysia dan Filipina.

Setelah itu, pada 27 Maret, ia hanya mendapat kabar bahwa kapal yang diawaki Wendi sedang dalam masalah. Lalu, Aidil, hanya mengikuti perkembangan upaya pembebasan korban penyanderaan termasuk Wendi dari televisi dan media lainnya, tanpa bisa berkomunikasi dengan sang anak. (YH/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More