Jumat 01 April 2016, 22:10 WIB

Tebing Ambruk, Akses Bogor-Cianjur Sempat Tersendat

Budi Kansil | Nusantara
Tebing Ambruk, Akses Bogor-Cianjur Sempat Tersendat

FOTO ANTARA/Jafkhairi

 

AKSES jalan dari Cianjur menuju Cipanas dan Bogor, Jawa Barat, terhambat timbunan tanah longsor, Jumat (1/4) sore. Sebuah tebing setinggi 20 meter di Kampung Pos Palalangon RT02/RW01 Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, ambruk hingga menutup badan jalan.

Hampir tiga per empat badan jalan tertutup material tanah longsor selebar hampir 10 meter. Arus kendaraan dari arah Cianjur menuju Bogor maupun sebaliknya pun menjadi terhambat.

"Hujan deras sekitar pukul 14.30 WIB. Hujannya sekitar 1,5 jam. Tiba-tiba tebing di depan warung saya longsor. Saya melihat langsung tanah itu jatuh begitu cepat," ujar Sukaesih, 33, pemilik warung di seberang lokasi longsor saat ditemui.

Beruntung, ketika tebing ambrol, jalanan sedang lengang. Biasanya kendaraan yang berlalu-lalang di ruas jalan nasional itu sangat ramai. "Sempat ada motor yang jatuh kena material tanah longsor, tapi tidak terluka. Pengendara motor itu juga sudah pergi," ujarnya.

Hingga pukul 18.30 WIB hujan deras masih mengguyur wilayah itu. Aparatur kepolisian, TNI, dan warga membersihkan material longsoran dengan cangkul hingga satu lajur jalan bisa dilalui kendaraan. Polisi juga memberlakukan sistem buka-tutup jalan selama 30 menit sekali. Kendaraan dari arah Cianjur menuju Bogor disetop kecuali sepeda motor. Dari arah Cianjur kendaraan mengular hingga 4 kilometer.

"Kami menerima laporan ada kejadian ini sekitar pukul 16.45 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ujar Kapolsek Cugenang, Komisaris Iwan Mustawan, kemarin.

Iwan mengaku sudah menghubungi Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur untuk segera mengirimkan alat berat. "Mudah-mudahan malam ini kendaraan sudah bisa dilewati," ujarnya. (BK/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More