Jumat 01 April 2016, 18:50 WIB

Antisipasi Bentrok Suporter, 1.100 Aparat Disebar di Tol Cikampek

Cikwan Suwandi | Nusantara
Antisipasi Bentrok Suporter, 1.100 Aparat Disebar di Tol Cikampek

ANTARA

 

SEBANYAK 1.100 aparat gabungan siap melakukan pengamanan perjalanan suporter Persib Bandung, bobotoh maupun kelompok fanatik Viking, serta pendukung Arema Malang yang akan menyaksikan laga final Piala Bhayangkara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (3/4), di sejumlah titik rawan di Karawang, Jawa Barat.

Beberapa pasukan itu terdiri dari 700 anggota Polres Karawang, 500 BKO Dalmas dan Brimob Polda Jabar serta 100 anggota TNI.

Menurut Kapolres Karawang AKB Andi M Dicky Pastika Gading, pasukan itu akan disebar untuk mengamankan jalur Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi salah satu titik rawan terjadi gesekan antarsuporter dalam melakukan perjalanan ke Jakarta.

"Karawang ini merupakan salah satu wilayah yang akan dilalui oleh para pendukung Arema dan Persib," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (1/4).

Untuk menghindari gangguan keamanan dari dua kelompok suporter klub tersebut, sejumlah petugas yang diturunkan itu pun akan ditempatkan di setiap 500 meter sepanjang jalan yang amat mungkin bakal dilalui para pendukung Persib maupun Arema. "Mereka akan kita sebar di setiap 500 meter disepanjang jalan," terangnya.

Kapolres berharap, aksi pelemparan bus pendukung Persib di sepanjang jalan Tol Cikampek tidak terulang lagi. "Tahun lalu, saat pulang dari Palembang, tiga bus bobotoh dilempari batu oleh pendukung sepak bola lain, di jalan Tol Jakarta-Cikampek. Nanti, jika di lapangan terjadi penyerangan, akan kita tindak tegas," ungkapnya.

Titik kerawanan, menurut Dicky, berada di beberapa wilayah di Karawang salah satunya Cikampek dan Tol Jakarta-Cikampek di KM 42. "Tentu kita melakukan pengamanan khusus di sejumlah titik rawan yang dikhawatirkan ada gangguan," ucapnya.

Selain itu, Polres akan melakukan pemeriksaan barang bawaan kepada seluruh suporter yang berangkat dari Karawang. "Hal itu untuk mengantisipasi mereka mambawa senjata tajam, miras, dan yang berangkat tidak mempunyai tiket," pungkasnya. (CS/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More