Demi Gairahkan Iklim Bisnis Domestik

Penulis: Jessica Sihite Pada: Selasa, 29 Mar 2016, 06:00 WIB Ekonomi
Demi Gairahkan Iklim Bisnis Domestik

ANTARA/REGINA SAFRI

TIGA negara anggota Trans-Pasific Partnership (TPP) secara kompak menyatakan TPP bisa menggairahkan iklim bisnis. Negara-negara itu ialah Australia, Malaysia, dan Vietnam.

Wakil dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Bidang Ekonomi Todd Dias mengatakan pihaknya sudah banyak mengikuti pakta perdagangan bebas, yakni TPP, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan sejumlah negara.

Menurutnya, dengan semakin banyaknya Australia tergabung di dalam pakta perdagangan bebas, iklim usaha di 'Negeri Kanguru' itu akan semakin bergairah.

Harga barang dan jasa menjadi lebih murah karena bebas bea masuk di antara anggota TPP.

"Karena di Australia kalau ada perdagangan bebas, berarti ada iklim bisnis buat pebisnis di Australia. Ada market untuk memasarkan produk pebisnis Australia dan harga ke konsumen jadi lebih murah. Tidak semua orang paham itu," ujar Todd dalam sebuah diskusi di Gedung CSIS, Jakarta, kemarin.

Dia bercerita sebelum negaranya masuk ke TPP, banyak kontroversi layaknya di Indonesia saat ini.

Banyak pihak yang menentang hal itu karena dinilai akan membawa Australia ke dalam liberalisasi ekonomi.

"Banyak yang menganggap hilangnya kontrol negara atas sektor publik menjadi isu TPP. Itu salah. Di sana tidak disebutkan pemerintah harus kasih ke asing, tapi hanya ada hak asing ikut lelang," cetusnya.

Wakil Kepala Eksekutif Institute of Strategic and International Studies Malaysia Dato' Steven Wong mengatakan setelah ikut tergabung dengan TPP, negeri jiran melakukan reformasi ekonomi domestik.

Malahan, 80% dampak kesejahteraan di Malaysia berasal dari reformasi itu, bukan dari akses pasar yang dibuka.

"Kita memperoleh dampak TPP dari kebijakan nontarif, bukan tarif yang rendah. Di situlah muncul investasi dan kita akhirnya merasa investasi itu penting," papar Steven.

Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Hoang Anh Tuan mengatakan pihaknya mengincar sejumlah keuntungan dari TPP.

Pertama, akses pasar, khususnya garmen dan tekstil, lalu investasi dan lapangan pekerjaan.

Dengan dibukanya investasi bebas dan berbagai insentif dari TPP, iklim usaha akan semakin berkembang.

Kelar 6 bulan

Pada kesempatan itu, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menilai masyarakat dan pemerintah harus melihat Indonesia dengan kacamata masa depan.

Pria yang akrab disapa Tom itu pun menilai Indonesia harus memanfaatkan TPP sebagai sarana pembelajaran untuk menjadi negara maju.

Untuk itu, ia menargetkan kajian akademisi tentang masuknya Indonesia ke TPP bisa kelar dalam enam bulan mendatang.

Dengan begitu, konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat bisa dilakukan setelahnya.

"Dunia bergerak cepat jadi kajiannya 3-6 bulan dari sekarang. Perkiraan saya, Agustus sudah cukup lengkap kajian akademis dan penelitian. Kemudian, sudah disebar ke publik," ucap Tom. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More