PLTU Batang Mulai Prakonstruksi

Penulis: AS/RO/E-1 Pada: Selasa, 29 Mar 2016, 05:40 WIB Ekonomi
PLTU Batang Mulai Prakonstruksi

ANTARA/Aditya Pradana Putra

PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jateng, dengan kapasitas 2x1.000 megawatt memasuki tahap prakonstruksi.

Proyek yang terlambat 4 tahun dari rencana semula itu ditargetkan selesai dalam 48 bulan.

"Masalah pembebasan lahan seluas 226 hektare baru terselesaikan sekarang.

Maka, baru awal April ini dilaksanakan prakonstruksi dan tiga bulan kemudian masuk tahap konstruksi," kata Presiden

Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Mohammad Effendi seusai pemagaran terakhir lokasi PLTU di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Batang.

PLTU terbesar di Asia Tenggara itu digarap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan BPI yang merupakan konsorsium perusahaan asing dan lokal.

Kerja sama itu akan mengelola PLTU selama 25 tahun.

"Setelah 25 tahun beroperasi akan diserahkan sepenuhnya ke PLN atau dikembalikan ke negara."

Ia menambahkan, di proyek tersebut pihaknya juga menyiapkan infrastruktur sehingga PLTU bisa memberi dampak positif bagi warga sekitar.

Di tempat berbeda, ketersediaan listrik di Jawa Timur dilaporkan mengalami surplus daya pasok hingga 2.600 Mw.

Itu mengacu pada daya mampu harian Jatim sebesar 8.600 Mw dengan beban puncak harian Jatim 6.000 Mw.

"Apabila ada pembangkit bermasalah, pasokan itu nantinya bisa menggantikan," ujar Manajer Senior Public Relation PLN Agung Murdifi.

Sumber listrik di Jatim selama ini dipasok dari pembangkit listrik di Probolinggo, Tuban, Gresik, dan Pacitan.

Surplus listrik diharapkan bisa membuka peluang bagi perkembangan industri.

"Jawa Timur diharapkan bisa menjadi katalisator pembangunan ekonomi di daerah lain. Surplus pasokan menjadi angin segar bagi pelaku industri yang ingin berinvestasi di Jatim."

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More