Wika Garap Pabrik Minyak Goreng

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Selasa, 29 Mar 2016, 05:30 WIB Ekonomi
Wika Garap Pabrik Minyak Goreng

PERUSAHAAN pelat merah sektor konstruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, menjadi pemenang pembangunan pabrik minyak goreng di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, Sumatra Utara, senilai Rp501,08 miliar.

Wika akan membangun pabrik yang bisa memproduksi 600 ribu liter minyak kelapa sawit mentah (CPO) milik PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

"Wika memenangi tender PTPN III setelah melalui proses evaluasi administrasi, teknis, harga, kualifikasi, dan verifikasi," ujar Sekretaris Perusahaan Wika Suradi dalam keterangan pers di Jakarta, kemarin.

Menurut rencana, proyek itu akan berlangsung selama 18 bulan kalender kerja.

Dengan pemenangan pembangunan pabrik minyak goreng itu, Wika telah mencapai kontrak baru Rp5,32 triliun per Maret 2016.

Angka tersebut setara 10,08% dari target kontrak baru 2016 sebesar Rp52,80 triliun.

Adapun target total kontrak perseroan sebesar Rp86 triliun yang terdiri dari target kontrak baru sebesar Rp52,80 triliun dan tambahan dari tahun lalu (carry over) 2015 sebesar Rp30,25 triliun.

"Komposisi perolehan kontrak baru Wijaya Karya 2016 ditargetkan berasal dari pemerintah sebesar 20,7% BUMN 15,85% dan swasta 63,42%," tuturnya.

Beberapa proyek yang telah diperoleh Wika hingga pekan keempat Maret 2016, antara lain pembangunan rusun atlet Kemayoran, flyover Semanggi, jaringan gas Prabumulih, serta hotel, perkantoran, dan convention hall Grup Puncak.

Wika juga menggarap proyek strategis Kementerian ESDM yang terdiri dari SPBG Bekasi, fasilitas penerangan jalan umum, tangki bahan bakar nabati, serta pembangunan pembangkit listrik minihidro di Papua.

Selain itu, proyek tol Manado, produksi box grider jalan layang kereta api Medan-Kualanamu, Apartemen Sudirman Hill, Elevated Road Maros-Bone, dan Tol Bawean-Solo Seksi 2 juga dipercayakan kepada Wika.

Tambah tanker ecoship

Di sisi lain, PT Pertamina (persero) kembali menambah armada tanker dengan dua kapal berkonsep ramah lingkungan (ecoship), yaitu MT Sanana dan MT Serui.

Dua kapal dengan bobot mati masing-masing 40 ribu long ton dead weight (ltdw) dan bernilai US$62 juta.

Serah terima kapal dilakukan secara simbolis oleh New Times Shipbuilding kepada Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di galangan kapal di Jingjiang, Tiangsu, Tiongkok, Minggu (27/3).

"Kehadiran MT Sanana dan MT Serui menjadikan jumlah armada Pertamina mencapai 68 dari total 273 kapal pengangkut energi yang dioperasikan Pertamina untuk menjamin ketahanan energi nasional," kata Dwi dalam siaran pers, Minggu (27/3).

MT Sanana dan MT Serui akan berlayar menuju pelabuhan di Indonesia pada akhir Maret 2016 dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir April 2016, atau lebih cepat lima pekan dari target semula.

Kapal dengan investasi ma-sing-masing US$31 juta tersebut mampu mengangkut minyak mentah maksimal 315 ribu barel atau jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kapal regular dengan bobot sama yang hanya sanggup mengangkut sekitar 200 ribu barel. (Ant/E-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More