Senin 28 Maret 2016, 06:00 WIB

Manfaat Bendungan Obati Luka

MG/FL/N-3 | Nusantara
Manfaat Bendungan Obati Luka

ANTARA/SAIFUL BAHRI

 

KH Ahmad Dovier Syah belum lupa saat tragedi Nipah terjadi pada 1993 silam.

Penolakan warga terhadap proyek pembangunan waduk di Kecamatan Banyates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, itu berbuah petaka.

Empat warga tewas saat bentrok dengan petugas keamanan.

Proyek yang kajian teknisnya sudah dilakukan sejak 1973 itu pun akhirnya dihentikan total.

Setelah dilakukan pendekatan, pada 2003, proses pembangunan konstruksi dimulai.

Meski sempat ditolak saat hendak diresmikan pada 2009 dan 2011, pemerintah tidak putus asa.

Pendekatan terus dilakukan sehingga pada Sabtu (19/3) Presiden Joko Widodo pun meresmikan pengoperasian Waduk Nipah.

"Dengan melihat manfaat waduk setelah dioperasikan, saya yakin ini akan mampu mengobati luka keluarga korban peristiwa Tragedi Nipah. Mereka bisa merasakan bahwa pengorbanan keluarga mereka tidak sia-sia," papar Ahmad Dovier.

Dia juga yakin perasaan yang sama juga dirasakan para pemilik lahan yang tanah mereka dijadikan lokasi pembangunan waduk.

"Saat itu pola pendekatan yang dilakukan pemerintah dan aparat tidak bisa diterima. Selain itu ada juga faktor politik praktis di belakangnya."

Waduk Nipah dibangun di tiga desa, yakni Desa Montor, Sebanah, dan Nagasareh.

Dengan luas waduk mencapai 527 hektare, pemerintah menggulirkan dana Rp213 miliar lebih untuk membangunnya.

Pada Januari lalu, uji coba pengisian bendungan sudah dimulai.

Dukungan terhadap keberadaan Waduk Nipah juga diungkapkan Mat Nilam, tokoh warga Banyuwates.

Ia yakin pembangunan waduk yang mampu menampung air sebanyak 6 juta meter itu tidak akan sia-sia.

"Selama ini kami hanya bisa menanam dan memproduksi padi saat musim hujan karena sulitnya air. Kini kami bisa menanam padi sepanjang tahun," tuturnya.

Selain tidak akan bergantung pada air hujan, Nilam memastikan para petani di Banyates juga tidak akan bergantung lagi pada tanaman tembakau.

"Keuntungannya juga tidak seberapa dibanding padi," tandasnya.

Tidak hanya warga dan petani Sampang yang optimistis, Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur, Wibowo Eko Putro, juga menyatakan Waduk Nipah berdampak pada indeks pertanaman yang bertambah dua kali.

"Total luas tanam selama dua tahun bisa mencapai 2.300 hektare. Waduk Nipah akan berperan penting dalam menambah produksi padi."

Jaringan irigasi Nipah berada di 8 desa, 7 desa di Kecamatan Banyuates dan 1 desa di Kecamatan Ketapang.

"Potensi Sampang untuk memproduksi padi di masa mendatang akan sangat luar biasa jika irigasi dari Waduk Nipah sudah berjalan maksimal."

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More