Minggu 27 Maret 2016, 22:54 WIB

Kepiting pun Juga Coba Diselundupkan ke Malaysia

Administrator | Nusantara
Kepiting pun Juga Coba Diselundupkan ke Malaysia

Ilustrasi--ANTARA/Irwansyah Putra

 

KEPOLISIAN Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor kepiting bertelur ke Negeri Sabah, Malaysia yang diangkut menggunakan perahu bermesin jenis jongkong.

Kapolsek Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur, Iptu Oman di Pulau Sebatik, Nunukan, Minggu (27/3) membenarkan pihaknya bersama jajaran TNI yang bertugas di pulau yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah itu telah mengamankan kepiting bertelur yang akan diselundupkan ke negeri jiran itu.

Kronologis penangkapan kepiting bertelur tersebut, terang dia, sekitar pukul 05.00 waktu setempat sebuah perahu bermesin ditemukan di perairan perbatasan RI-Malaysia saat ada patroli gabungan perbatasan. Dari perahu itu, aparat kepolisian dan TNI yang mengamankan 18 kardus masing-masing berat 32 kilogram dengan isi sebanyak 91-92 ekor ukuran 3-6 ons per ekor.

Oman menyebutkan, total berat 18 kardus itu adalah 576 kilogram yang diangkut menggunakan perahu jongkong bermesin 40 PK dengan no lambung TW 4337/6/C dimana surat izin yang digunakan diterbitkan pemerintah Malaysia.

Namun saat dilakukan pemeriksaan di tengah laut pada subuh hari itu, pemiliknya melarikan diri ke arah Tawau, Malaysia menggunakan speedboat. Patroli gabungan PSDKP (Pengawas Sumber Kelautan dan Perikanan) Pulau Sebatik sejak Sabtu (26/3) sekitar pukul 23.00 Wita.

Patroli PSDKP tersebut gabungan syahbandar, perikanan, TNI AL dan kepolisian menggunakan speedboat bernama Torani-2 dengan kekuatan mesin 2X40 PK dan Torani-3 bermesin 40 PK yang menyusuri perbatasan perairan kedua negara itu.

Ribuan kepiting bertelur itu dilepaskan ke hutan mangrove tidak jauh dari tempat pelelangan ikan Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara. (Ant/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More