Senin 28 Maret 2016, 03:40 WIB

Banjir Putus Jalan Penghubung Kabupaten

DG/AD/BB/BK/SS/SY/LD/LN/N-3 | Nusantara
Banjir Putus Jalan Penghubung Kabupaten

ANTARA/Fahrul Jayadiputra

 

BANJIR mengepung Kota Cimahi, Jawa Barat, kemarin.

Selain permukiman, banjir juga memutus jalan penghubung menuju Kabupaten Bandung.

"Tanggul sungai jebol, setelah tadi malam hujan deras mendera wilayah ini. Air sungai meluap dan mengepung permukiman di Kampung Mancong, Kelurahan Utama, Cimahi Selatan," papar Salimin, 62, warga.

Banjir juga memutus jalan antara Cimahi Selatan-Margaasih, Kabupaten Bandung.

Air merendam jalan hingga ketinggian 60 sentimeter.

Di Sukabumi, puluhan rumah Kelurahan Gedong Panjang, Citamiang, juga terendam banjir.

"Saluran air meluap karena tidak mampu menampung air hujan," ungkap Kepala BPBD Kota Sukabumi Asep Suhendrawan.

Masih di Jawa Barat, hujan deras juga mengakibatkan tanah longsor di Desa/Kecamatan Cibalong, Tasikmalaya.

"Ada beberapa rumah yang tertimpa tebing yang longsor," papar Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin.

Dari Cianjur, BPBD memperingatkan warga untuk waspada saat melaju di jalur Cianjur Selatan.

"Intensitas hujan yang tinggi berpotensi membuat longsor tebing di pinggir jalan di sepanjang wilayah Cianjur selatan," kata Kepala BPBD Cianjur Asep Suparman.

Banjir besar mencapai kedalaman 1,5 meter dilaporkan terjadi di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

"Warga di bantaran sungai harus mengungsi. Banjir semakin tinggi dan meluas," ungkap Mulyadi, warga di Muara Teweh, ibu kota Barito utara.

Banjir tidak kalah dahsyatnya juga menyergap lima kecamatan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Air di dua sungai besar, yakni Mahakam dan Kedang Pahu meluap, merendam ribuan rumah hingga kedalaman 3-4 meter.

"Kami perkirakan sekitar 900 hektare sawah akan mengalami gagal panen," kata Kepala BPBD Kaltim Wahyu Widhi.

Bencana lain, yakni tanah bergerak mengancam warga di Banjarnegara, Jawa Tengah, dan angin kencang menyapu rumah-rumah di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More