Sabtu 31 Oktober 2020, 16:10 WIB

Peran Indonesia Strategis di tengah Ancaman Perang Dunia ke III

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Peran Indonesia Strategis di tengah Ancaman Perang Dunia ke III

Antara
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie.

 

PEMERINTAH Indonesia diminta bijak dalam menerapkan politik luar negeri terkait potensi ancaman perang dunia ke -3 yang kemungkinan terjadi di Laut Cina Selatan. Terlebih setelah beberapa petinggi negara mulai dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berkunjung ke Indonesia dalam waktu yang berdekatan.

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menuturkan posisi Indonesia sangat strategis di mata dunia. Oleh karena itu Indonesia harus tetap bisa menerapkan politik non-blok bebas aktif dalam menyikapi ketegangan di dunia internasional.

"Kita tidak boleh ikut agenda negara lain. Kita harus memikiki agenda sendiri terkait kebijakan politik luar negeri," ujar Jimly dalam diskusi daring dengan tema Setelah Suga dan Pompeo Bertandang, Sabtu (31/10).

Jimly mengingatkan bahwa ancaman perang dunia ke-3 cukup nyata. Gejala-gejala tersebut dapat terlihat dari ketegangan antara Amerika dan Tiongkok baik perang dagang atauput terkait klaim Laut Cina Selatan yang diklaim oleh Tiongkok.

"Kemungkinan perang itu tetap saja ada. Karena kalau tidak perang sekarang, ekonomi Barat terancam. The new rulers of the world akan muncul, yakni China. Oleh karenanya, ya harus perang sekarang," ungkap Jimly.

Oleh karena itu, Jimly menegaskan pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan perang dunia ke-3. Terlebih medan tempurnya berada di Laut Cina Selatan yang lokasinya dekat dengan Indonesia.

Sementara beberapa konflik sudah mulai terjadi di sejumlah negara seperti Sabah antara Malaysia dengan Filipina, lalu perang antara Armenenia dan Azerbaijan, konflik antara India dengan China.

"Jadi kita tidak boleh anggap enteng. Sedangkan dunia ini melihat Indonesia ini strategis. Maka semua kekuatan itu rebutan bagaimana mempengaruhi Indonesia," lanjut Jimly.

Jimly juga menegaskan ketegangan di dunia internasional juga dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menerapkan politik luar negri yang betul-betul bebas dan aktif. Tidak bergantung pada kepentingan negara lain.

"Menentukan dan berperan dalam perdamaian dunia. Sementara juga tetap mendahulukan kepentingan rakyat," katanya. (OL-13)

Baca Juga: Pearl Harbour-nya Indonesia saat Perang Dunia II

Baca Juga

MI/SUSANTO

KPK Serahkan Aset Rampasan Rp56,5 miliar ke KASN, Kejagung, BIG

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 24 November 2020, 16:00 WIB
Adet rampasan terbesar yang diserahkan berasal dari perkara korupsi eks Bupati Bangkalan Fuad...
ANTARA

Permohonan Uji Materi UU Ciptaker Minus Kerugian Konstitusional

👤Sri Utami 🕔Selasa 24 November 2020, 15:35 WIB
Pemohon lebih banyak menyampaikan dampak kerugian bersifat ekonomis ketimbang kerugian konstitusional....
MI/Susanto

Masyarakat Diminta tak Pakai Lagi Kata Cebong, Kampret, Kadrun

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 24 November 2020, 15:22 WIB
Ketiga kata tersebut, kata Hendri, membuat masyarakat terus merawat kebencian terutama karena perbedaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya