Sabtu 31 Oktober 2020, 15:35 WIB

Di Sindangbarang Cianjur Bencana Longsor Terjadi Lagi

Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara
Di Sindangbarang Cianjur Bencana Longsor Terjadi Lagi

dok.BPBD Kabupaten Cianjur
Material tanah longsor yang menutup ruas jalan provinsi di Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (31/10).

 

BENCANA hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor kembali menerjang sejumlah titik di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (30/10) malam. Saat ini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat tengah menangani dengan menerjunkan personel dengan berbagai peralatan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Cianjur, tanah longsor terjadi di Kampung Nyalindung RT 02/02, Desa Kertasari sekitar pukul 18.19 WIB saat curah hujan tinggi sejak Jumat (30/10) petang. Material tanah longsor menimpa rumah warga milik Nedi, 50, yang dihuni 5 jiwa.

"Kerusakannya dikategorikan ringan akibat tertimpa material tanah longsor dan pohon kelapa. Tapi ada 9 kepala keluarga atau 25 jiwa yang rumahnya terancam. Untuk mengantisipasi timbulnya korban jiwa karena masih berpotensi terjadi longsor susulan, mereka diungsikan ke rumah keluarga terdekat," tutur Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, kepada Media Indonesia melalui sambungan telepon, Sabtu (31/10).

Hasil asesmen di lapangan, ucap Irfan, dimensi ketebalan material longsoran sekitar 2 meter dengan ketinggian tebing 20 meter. Irfan mengatakan di sekitar lokasi terjadi juga tanah longsor susulan di Kampung Cisitu Desa Talagasari.

Materialnya menutup ruas jalan provinsi. Saat ini sedang dalam penanganan Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat. "Materialnya sudah mulai dibersihkan. Arus lalu lintas sudah kembali lancar," jelasnya.

Sedangkan warga terdampak tanah longsor di Kampung Nyalindung masih berada di tempat pengungsian. Menurut Irfan, situasi dan kondisi di lokasi belum kembali normal.

"Masih ada kemungkinan terjadi longsor susulan, terutama apabila hujan terjadi kembali. Kami dan aparat Desa Kertasari sedang berupaya menangani warga pengungsi dan terus memastikan keamanan di lokasi longsor," ungkap Irfan.

Sedangkan banjir luapan aliran sungai di Desa Kertasari menerjang tujuh kedusunan di Kampung Jaringaok, Kampung Nyalindung, Kampung Cibanggala, Kampung Cimanggu, Kampung Ciseblak, Kampung Sadanganyar, dan Kampung Cisayang. Di Kampung Jaringaok sempat ada dua kepala keluarga atau enam jiwa yang terjebak di rumahnya.

"Ketinggian air mencapai 1 meter. Keseluruhan warga yang terdampak banjir sekitar 60 kepala keluarga. Tidak ada korban jiwa. Untuk mengevakuasi warga yang sempat terendam, kami kerahkan perahu karet," ucapnya.

Sabtu (31/10) pagi air terpantau mulai surut. Warga yang rumahnya terendam sudah kembali. Saat ini mereka sedang membersihkan kotoran di rumah masing-masing. "Perlu disiagakan tenaga dan perlengkapan untuk menangani pascatanah longsor dan banjir," jelas Irfan.

Warga pun diimbau selalu meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi. (OL-13)

Baca Juga: Empat Tahun Dibui, Hari ini Siti Fadillah Bebas

Baca Juga

MI/Cikwan Suwandi

Pasangan Cellica-Aep Tawarkan Program Tata Kelola Lingkungan

👤Cikwan Suwandi 🕔Selasa 24 November 2020, 13:15 WIB
Aep mengatakan, Karawang memiliki Pegunungan Sanggabuana yang merupakan generator alam terpenting untuk sejumlah kabupaten khususnya...
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Ditemukan Jejak Macan di Merapi

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 24 November 2020, 13:05 WIB
Pekerja proyek perbaikan jalan akses pengungsian Singlar-Ngancar Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman menemukan...
Istimewa

Pemuda Pancasila Imbau Jangan Pasang Baliho Provokatif

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 24 November 2020, 12:55 WIB
Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila di Kabupaten Malang, Jawa Timur mengimbau masyarakat jangan ikut-ikutan memasang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya