Sabtu 31 Oktober 2020, 00:00 WIB

Indonesia Mengutuk Penistaan Islam

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Indonesia Mengutuk Penistaan Islam

AFP
Presiden Prancis Emmanuel Macron

 

PEMERINTAH Indonesia memprotes isi pidato yang disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron awal bulan ini dan mendesak agar pemerintah Prancis tidak menghubungkan Islam dan aksi terorisme atau ekstremisme.

Indonesia mengutuk pernyataan Macron yang tidak menghormati Islam dan komunitas muslim di seluruh dunia.

Kementerian Luar Negeri dalam sebuah keterangan yang dikutip, Jumat (30/10), menyatakan pernyataan Macron telah menyinggung lebih dari 2 miliar muslim di seluruh dunia dan telah memicu perpecahan di antara berbagai agama di dunia.

“Kebebasan berekspresi hendaknya tidak dilakukan dengan cara yang menodai kehormatan, kesucian nilai, dan simbol agama,” ujar Kemenlu.

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia mendesak masyarakat global untuk mengedepankan persatuan dan toleransi beragama, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung.

Indonesia juga mengecam aksi teror di Nice, Prancis, pada Kamis (29/10), sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Insiden itu telah mengaki batkan tiga orang meninggal dunia dan beberapa luka-luka.

“Indonesia menyampaikan simpati dan dukacita mendalam ke pada korban dan keluarga korban,” ujar pernyataan resmi Kementerian
Luar Negeri RI, Kamis (29/10).


Kecam serangan teroris

Para pemimpin dunia mengutuk penikaman yang mematikan, pada Kamis (29/10), di Kota Nice, Prancis, yang disebut Prancis sebagai serangan teroris Islam. Kecaman datang mulai dari Presiden AS Donald Trump hingga para pemimpin Eropa.

“Hati kami bersama rakyat Prancis. Amerika Serikat berdiri bersama sekutu tertua kami dalam pertarungan ini,” cicit Trump dalam akun Twitter-nya. Ia pun mengatakan serangan teroris Islam radikal harus segera dihentikan.

Seorang pria Tunisia yang bersenjatakan pisau meneriakkan, ‘Allahu Akbar’, lalu memenggal ke pala seorang perempuan dan membunuh dua orang lainnya di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis, sebelum ditembak dan dibawa polisi pada Kamis (29/10).

Serangan ini terjadi kurang dari dua minggu setelah peristiwa pemenggalan seorang guru sekolah menengah di pinggiran kota Paris, Samuel Paty, seusai menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para siswanya.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga mengutuk serangan itu. Ia mengatakan perdamaian tidak bisa tercapai dengan provokasi yang buruk.

Sementara itu, Qatar menyuarakan kecaman keras dan penolakannya terhadap kekerasan dan terorisme, terutama terhadap tempat ibadah dan apa pun motifnya.

Para pemimpin Uni Eropa pun dengan cepat menyatakan solidaritasnya dengan Prancis dan tunduk untuk menghadapi mereka yang  berupaya menghasut dan menerapkan kebencian.

“Saya mengutuk serangan keji dan brutal yang baru saja terjadi di Nice dan saya bersama Prancis dengan sepenuh hati,” cicit Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

“Kami akan tetap bersatu dan bertekad dalam menghadapi kebiadaban dan fanatisme,” katanya.

Kanselir Jerman Angela Merkel pun sangat terguncang oleh pembunuhan brutal tersebut. Ia mengatakan pikirannya bersama keluarga dari mereka yang terbunuh dan terluka. “Jerman mendukung Prancis pada masa yang sulit ini,” katanya. (Nur/Van/AFP/I-1)

Baca Juga

AFP

Redam Korona, Ratusan Penerbangan di Shanghai Dibatalkan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 24 November 2020, 23:40 WIB
Pejabat kesehatan telah menguji ribuan staf di Bandara Internasional Pudong sejak sejumlah kecil kasus covid-19 di kota itu dikaitkan...
AFP/Maya Alleruzzo dan Bandar Al-Jalaoud

Pejabat Saudi dan Israel Akui Netanyahu Temui Muhammad bin Salman

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:38 WIB
Salah satu sumber mengatakan lebih rinci bahwa pertemuan yang berlangsung beberapa jam itu berfokus pada Iran dan pembentukan hubungan...
AFP

Saham-Saham Wall Street Menguat Terutama Sektor Energi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:11 WIB
Sektor energi menanjak 3,5 persen pada perdagangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya