Jumat 30 Oktober 2020, 23:40 WIB

Biden Lindungi Rakyat Venezuela di AS

Biden Lindungi Rakyat Venezuela di AS

AFP
Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden menyampaikan sambutan di acara kampanye Drive-In di Tampa, Florida

 

KANDIDAT Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, pada Kamis, mengatakan akan memberikan perlindungan terhadap deportasi bagi
warga Venezuela dan mengubah kebijakan Kuba di Washington jika dia terpilih sebagai Presiden AS.

Mantan wakil presiden itu mencap Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai ‘preman’ dan mengatakan tidak masuk akal bahwa pemerintahan Trump telah mendeportasi ratusan warga Venezuela dan Kuba.

Trump, kata Biden, bahkan tidak akan memberikan status perlindungan sementara bagi rakyat Venezuela yang melarikan diri dari rezim Madu ro. “Saya akan melakukannya,” tambahnya.

Undang-undang bipartisan yang akan melindungi sekitar 200 ribu warga Venezuela disahkan Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin
Partai Demokrat pada tahun lalu, tetapi telah mendekam di Senat dan pemerintahan Trump telah dikritik karena tidak mengambil tindakan.

“Dia tidak peduli dengan orang Kuba dan Venezuela,” kata Biden selama kampanye di Broward College dekat Miami, yang merupakan rumah bagi populasi imigran Latin.

Biden berusaha untuk memenangkan pemilih Hispanik di Florida, sebuah negara bagian yang sangat penting bagi harapan terpilihnya  kembali Trump. “Jika Florida menjadi biru, itu sudah berakhir!” kata Biden.

Selain itu, Biden juga mengatakan sudah waktunya untuk kebijakan Kuba yang baru. Namun, dia tidak merinci perubahan yang dimaksud.

Dia pun mengecam Trump karena telah merangkul begitu banyak diktator di seluruh dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. “Trump ialah pembawa standar terburuk untuk demokrasi di tempat-tempat, seperti Kuba, Venezuela, dan Korea Utara,” kata Biden.

Sementara itu, di Tampa, Trump mengatakan Biden mengkhianati kaum Hispanik selama kariernya yang panjang di Washington. “Saya
se lalu mencintai mereka, dan saya pikir mereka selalu mencintai saya,” kata Trump.

Orang Kuba-Amerika Serikat merupakan kelompok pemilih Hispanik terbesar di Florida, dan secara historis mereka cenderung konservatif. (Nur/AFP/I-1)


 

Baca Juga

AFP/	TED ALJIBE

2021, Filipina Targetkan 60 Juta Warga Divaksinasi Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 24 November 2020, 14:50 WIB
Salah satu perusahaan yang berbasis di Inggris, AstraZeneca berkomitmen untuk dapat memasok hingga 20 juta vaksin ke...
AFP/John Cairns

UNICEF Gandeng 350 Mitra untuk Program Distribusi Vaksin Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 24 November 2020, 14:37 WIB
UNICEF akan mengoordinasikan pembelian dan pengiriman untuk 92 negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah secepat dan seaman...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Luhut: AS Puji Kepemimpinan Jokowi di Masa Pandemi

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 24 November 2020, 14:29 WIB
Bahkan, kebijakan pemerintahan Jokowi dinilai layak menjadi contoh bagi negara lain. Pandangan pemerintah AS disampaikan ke Luhut saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya