Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

Dok. Pribadi
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto

 

KETUA Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, Hari Sumpah Pemuda tidak bisa lepas dari lahirnya perempuan sebagai Ibu Bangsa.

"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia atau PPI," ujar Giwo dalam webinar memperingati Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu (28/10).

PPI tersebut merupakan cikal bakar berdirinya Kongres Wanita Indonesia atau Kowani yang merupakan organisasi perjuangan perempuan di Indonesia.

Perempuan sebagai Ibu Bangsa memiliki tugas untuk melahirkan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing.

Dia menambahkan semangat yang terkandung dalam peristiwa Sumpah Pemuda yakni bertumpah darah satu yakni Indonesia, berbangsa satu yakni bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia juga menjadi semangat bagi perempuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Cita-cita mengenai Ibu Bangsa dicetus pada 1935 atau 10 tahun sebelum Indonesia merdeka. Perempuan sebagai Ibu Bangsa tetap relevan sepanjang zaman," tambah dia.

Baca juga : Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Pramuka Gelar Apel Relawan Covid-19

Untuk mewujudkan perempuan sebagai Ibu Bangsa bukanlah hal yang mudah. Sehingga perlu gotong royong dalam mewujudkan cita-cita mulia itu.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, mengatakan Kowani bergerak sejak lama, memiliki daya dan kekuatan untuk ikut membangun bangsa dan negara.

"Bahkan dalam situasi sulit seperti saat ini, Kowani hadir memberikan solusi," kata Restu.

Dalam kesempatan itu, Restu mengajak para perempuan Indonesia untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia pada generasi muda, baik melalui dongeng maupun media lainnya.

"Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang sangat banyak, dunia mengakuinya. Sebut saja Borobudur, berbagai tarian dan lainnya. Ada banyak cerita-cerita dengan karakter Indonesia, ada dongeng panji, ada wayang. Itu semua harus kembali dikenalkan kepada generasi muda kita dan saya berharap peran ibu-ibu untuk memulainya," imbuh Restu. (Ant/OL-7)

Baca Juga

MI/ PERMANA

Sumi Yang Pesan Keberagaman melalui Metro Xin Wen

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 25 November 2020, 02:00 WIB
MASYARAKAT Indonesia yang majemuk, dengan banyak suku bangsa, agama, dan ras, menjadi tantangan yang harus selalu dijaga setiap...
Yoseph Pencawan

Audisi Rektor, Dekan Fisip USU Paparkan Program

👤(PS/YP/H-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:45 WIB
PROSES penjaringan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki tahapan pemaparan program kerja,...
 ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Wisata Berbasis Ekosistem Gambut

👤 (SS/H-1) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:35 WIB
JASA lingkungan, khususnya ekowisata, potensial untuk dikembangkan di ekosistem gambut dengan menyinergikan pengelolaan ekosistem...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya