Rabu 28 Oktober 2020, 00:55 WIB

Terima Nasib

MI/AGUNG WIBOWO | Fokus
Terima Nasib

ANTARA/DEDHEZ ANGGARA
Petani memanen garam di Desa Tanjakan, Karangampel, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (21/9).

TIDAK adanya sentuhan teknologi dalam produksi garam tradisional menyebabkan rendahnya kualitas produk. Garam hasil produksi petani tradisional hanya memiliki kadar NaCL 94,7 % sehingga
tidak bisa diserap untuk keperluan industri yang mensyaratkan kadar NaCL minimal 97%.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan industri, pemerintah terpaksa mengimpor dari negara tetangga. Inilah salah satu jawaban kenapa kesejahteraan petani garam tradisional memprihatinkan.

Dilansir dari kantor berita Antara (5/3), pada 2019, pemerintah menetapkan kuota impor garam industri sebanyak 2,7 juta ton. Sementara itu, di Jepara, Jawa Tengah, petani garam mengeluhkan belum
lakunya garam produksi 2019.

Seandainya pemerintah bisa membantu petani tradisional meningkatkan kadar NaCL hingga memenuhi standar minimal 97%, tentu garam petani bisa diserap industri. Menteri Perindustrian menyatakan kebutuhan garam pada 2020 mencapai 4,4 juta ton, dengan 84% dari angka tersebut merupakan kebutuhan industri manufaktur.

Maka, meningkatkan kualitas garam tradisional merupakan keniscayaan. Penerapan teknologi baik di lahan maupun di usaha pengolahan garam harus segera dilakukan sehingga tidak berlaku lagi peribahasa ‘Bagai tikus mati di lumbung padi’. Meski panen melimpah, tidak bisa menuai keuntungan. Produk tidak bisa terserap pasar, kalaupun terjual, harganya murah karena rendahnya kualitas.

Sudah saatnya petani tradisional menikmati kesejahteraan. Kita diberikan anugerah alam yang begitu kaya. Air laut melimpah, lahan luas, dan matahari selalu bersinar. Sudah saatnya kita mengubah nasib, tidak hanya menerima nasib.

 

Baca Juga

MI/DENNY SUSANTO

Menjaga Taman Bumi Meratus

👤MI/usman iskandar 🕔Rabu 25 November 2020, 01:15 WIB
PEGUNUNGAN Meratus merupakan gugusan gunung yang memanjang dari selatan ke utara melintasi 10 kabupaten di Provinsi Kalimantan...
Denny Susanto

Dua Tujuan dalam Satu Gerakan

👤 (Denny Susanto/N-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 01:10 WIB
PROGRAM Revolusi Hijau tidak fokus pada satu soal. Selain penanaman pohon sebagai sebuah gerakan...
MI/DENNY SUSANTO

Makmur Berkesinambungan tanpa Kayu

👤DENNY SUSANTO 🕔Rabu 25 November 2020, 01:05 WIB
HUTAN tidak hanya kayu. Para petani di pinggiran hutan di Kalimantan Selatan sudah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya