Selasa 27 Oktober 2020, 14:11 WIB

Bentrok Antarwarga di Kerinci, Satu Tewas

Sol Mi | Nusantara
Bentrok Antarwarga di Kerinci, Satu Tewas

ANTARA/Wahdi Septiawan
.

 

BENTROKAN warga antardesa di Kerinci yang terjadi sepanjang hari Minggu hingga Senin (26/10). Hingga kini dilaporkan satu orang tewas dan beberapa orang terluka akibat bentrokan itu.

Bentrokan yang melibatkan ratusan orang itu melibatkan warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, dengan warga Desa Semerap, Kecamatan Danau Kerinci. Korban tewas dan terluka berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia akibat terkena tembakan senjata kecepek dan lemparan benda keras.

Gesekan horizontal tersebut ditimbulkan dari konflik lahan. Warga Desa Semerap marah lantaran aktivitas warga Desa Muak yang membuka dan membakar area perladangan di wilayah Desa Semerap. Terpancing emosi, puluhan warga Semerap dengan membawa beragam senjata tajam mendatangi Desa Muak, Minggu siang.

Namun mereka terhadang. Warga Desa Muak memblokade jalan masuk desa dengan tebangan batang pohon.

Situasi kian memanas dan pecah jadi bentrok. Empat warga Desa Semerap terluka dan satu orang, Selasa pagi, dikabarkan meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala. Korban tewas tersebut terkena peluru senjata jenis rakitan (kecepek).

Berkat kedatangan aparat kepolisian dan TNI, bentrokan di perbatasan dua desa berhasil diredam. Wakil Bupati Kerinci Ami Taher pun turut mendinginkan emosi kedua kelompok warga bertikai pada Senin petang.

Dikawal puluhan aparat kepolisian dan TNI, situasi di perbatasan dua desa bertikai sampai Selasa pagi berhasil dikendalikan dan kondusif. Bahkan Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi dan Danrem 042 Garuda Putih Brigjen TNI M Zulkili, Selasa pagi, sampai ke lokasi untuk mendukung kondusivitas keadaan.

Kapolda meminta kepada kedua kubu warga yang bertikai tidak mudah terpancing emosi dan menyelesaikan masalah lahan yang disengketakan melalui jalur musyawarah dan koridor hukum yang berlaku. Mengenai adanya korban yang jatuh dalam perikaian, Firman minta warga menyerahkan penyelesaiannya kepada aparat hukum.

"Kita semua bersaudara. Jangan mudah terpancing emosi. Marilah kita wujudkan negeri Jambi,  khususnya Kerinci sebagai negeri yang aman dan nyaman, " kata Firman.

Ia pada Selasa siang bersama Danrem Zulkifli menyempatkan diri menyelawat ke rumah duka dan mengantarkan jenazah almarhum Awarah, warga Desa Semerap yang menjadi korban pertikaian berdarah itu. Firman juga meminta para pemuka masyarakat dan tokoh adat daerah kedua desa membantu perdamaian kedua kelompok masyarakat yang bertikai. (OL-14)

Baca Juga

 MI/PIUS ERLANGGA

Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

👤 (RO/N-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperingatkan di era globalisasi ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah...
anggoro

Ramai-Ramai Menolak Rizieq

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 25 November 2020, 00:55 WIB
RIZIEQ Shihab sepertinya harus berpikir matang untuk meninggalkan Jakarta dalam beberapa hari...
Dok. Pemprov DKI Jakarta

Positif Covid-10 Magetan Tembus Melebihi 600 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:25 WIB
Jumlah warga Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif Covid-19 menembus angka 600 orang lebih setelah ada tambahan tiga pasien baru pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya