Senin 26 Oktober 2020, 05:35 WIB

Tekanan Terdalam sudah Lewat

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Tekanan Terdalam sudah Lewat

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan perlambatan terdalam untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah terjadi di kuartal II 2020, sehingga di kuartal III dan kuartal IV 2020 perekonomian domestik diyakini sudah memasuki tahap pemulihan.

Dalam diskusi virtual Peta Jalan Ekonomi di Jakarta, Sabtu (24/10), ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal III 2020 akan tumbuh di kisar­an -3% hingga 0%. Meski di kuartal III perekonomian masih terkontraksi, proyeksinya jauh lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang sebesar -5,3%.

“215 negara mengalami resesi, bagaimana Indonesia? Kita lihat Indonesia sudah masuk bottom-nya (dasar perlambatan) di kuartal II. Kita berharap di kuartal III lebih baik, mungkin dari -3% sampai 0%,” ujar Airlangga.

Ia menjelaskan, laju pemulihan perekonomian sudah terlihat, dengan berbagai indikator seperti realisasi pertumbuhan investasi yang sebesar 1,7% atau Rp616,6 triliun pada periode Januari-September 2020, dan juga kinerja ekspor-impor yang secara kumulatif tahun berjalan masih mencetak surplus. Di September 2020, neraca perdagangan Indonesia mencetak surplus US$2,44 miliar.

Masalah yang masih ada saat ini, sambungnya, ialah masih tertahannya permintaan (demand) masyarakat yang menyebabkan masih melambatnya konsumsi masyarakat. Padahal pengeluaran konsumsi domestik memegang peranan hingga 59% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Maka dari itu, ujar Airlangga, pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran perlindungan sosial yang secara kumulatif sebesar Rp203,9 triliun pada 2020 dari total anggaran penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp695,2 triliun.

“Maka itu, demand side yang belum penuh kembali perlu didorong perlindungan sosial,” ujar dia.

MoU pendanaan

Di kesempatan terpisah, Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (Export-Import Bank of The United States/EXIM) akan menjajaki potensi pendanaan kerja sama perdagangan dan investasi di Indonesia yang nilainya mencapai US$750 juta.

Dalam keterangan resminya, kemarin, Presiden dan Kepala Bank Ekspor Impor Amerika Serikat (EXIM) Kimberly A Reed, seusai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan, mengatakan penjajakan tersebut nantinya akan tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang secara resmi akan ditandatangani dalam waktu dekat.

“Diskusi saya dengan Menteri Panjaitan berjalan dengan sangat produktif dan saya sangat gembira mengumumkan MoU US$750 juta ini dengan beliau hari ini. Bank Ekspor Impor Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara, dan MoU ini akan menegaskan komitmen kami terhadap berbagai potensi proyek di Indonesia, mulai dari energi hingga teknologi komunikasi nirkabel (4G+/5G) hingga layanan kesehatan, penyiaran, dengan dukungan barang dan jasa dari AS,” kata Reed.

Ia menambahkan kerja sama kedua negara diharapkan dapat mendorong investasi sehingga mampu membuka lebih banyak lapang­an pekerjaan bagi kedua negara. (Ant/E-2)

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri

Pemerintah Siapkan 6 Kawasan Industri Halal

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 24 November 2020, 17:19 WIB
Upaya tersebut bertujuan mendongkrak pasar produk halal di Tanah Air, serta mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah...
DOK KEMENTAN

Kementan Dukung Konsep One Health Cegah Resistensi Antimikroba

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 17:06 WIB
Jika aturan diterapkan dengan baik, penggunaan antimikroba akan menurun dari 80% menjadi 50% di tahun...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

CPOPC Harap Ada Investigasi atas Laporan Dugaan Kekerasan Seksual

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 16:48 WIB
Penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengungkap kebenaran dugaan pelanggaran serius...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya