Sabtu 24 Oktober 2020, 05:30 WIB

Optimalisasi Batu Bara Sangat Rendah

(Pra/E-2) | Ekonomi
Optimalisasi Batu Bara Sangat Rendah

Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas (melalui Video Conference) di Istana Bogor, Jawa Barat

 

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan percepatan penyusunan peta jalan optimalisasi batu bara di dalam negeri. Peta jalan tersebut dibutuhkan untuk pengembangan industri yang terintegrasi dari hulu sampai ke hilir.

Jokowi menilai Indonesia sudah terlalu lama menjadi pengekspor batu bara mentah. Hal itu tentu membawa kerugian karena negara tidak bisa menikmati nilai tambah dari batu bara yang dihasilkan.

“Saya ingin dicarikan solusi untuk mengatasi kelambanan industri turunan batu bara ini. Kita sudah lama sekali mengekspor batu bara mentah. Saya kira memang harus segera diakhiri,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual tentang percepat an peningkatan nilai tambah batu bara dari Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Jokowi menegaskan sektor batu bara harus bisa menghasilkan nilai tambah. Artinya, batu bara tidak dijual secara mentah, tetapi harus diolah menjadi produk-produk turunan sehingga punya harga yang jauh lebih tinggi.

“Kita harus bergeser dari negara pengekspor bahan-bahan mentah. Kita harus menjadi negara industri yang mampu mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi,” tegas Presiden.

Karena itu, ia memerintahkan para menterinya segera mengembangkan berbagai industri turunan batu bara, dari industri peningkatan mutu, pembuatan
briket batu bara, pembuatan kokas, pencairan batu bara, gasifikasi batu bara, sampai dengan campuran batu bara cair.

“Saya yakin, dengan mengembangkan industri turunan, komoditas akan memiliki nilai tambah berkali-kali lipat,” tegasnya.

Di rapat itu, Jokowi juga mendapatkan laporan bahwa pengembangan industri turunan batu bara masih terkendala urusan yang berkaitan dengan nilai keekonomian dan faktor teknologi.

“Saya kira ini bisa diatasi kalau perusahaan-perusahaan itu atau BUMN berpartner. Kita di tahun 2019 baru lima pemegang IUPK OP yang melakukan coal upgrading dan baru dua pemegang IUPK OP yang memproduksi briket batu bara,” katanya. (Pra/E-2)

 

Baca Juga

Antara/Galih Pradipta

Sistem Keuangan Stabil, LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 24 November 2020, 16:14 WIB
Tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah turun 50 bps. Kemudian, suku bunga valuta asing di bank umum turun sebesar 25...
MI/RAMDANI

10 Jenis Pekerjaan yang Dibutuhkan Setelah Pandemi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 24 November 2020, 15:27 WIB
Adapun 10 pekerjaan tersebut ialah profesional penjualan, pemasaran dan humas sebanyak 18,7% perusahaan membutuhkan pekerjaan...
DOK Bank Mandiri

Bank Mandiri dan Shopee Bikin Uang Elektronik Co-branding

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 15:27 WIB
Pengguna platform Shopee juga mendapat potongan harga untuk pembelian kartu serta cashback untuk isi saldo E-Money melalui platform...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya