Sabtu 24 Oktober 2020, 03:59 WIB

Satgas Pastikan Keamanan Vaksin Terjamin

Ata/Aiw/Jek/Fer/X-3 | Humaniora
Satgas Pastikan Keamanan Vaksin Terjamin

Medcom.id
Ilustrasi

 

DI tengah keraguan sebagian besar publik akhir-akhir ini, pemerintah memastikan vaksin covid-19 yang nanti diberikan kepada warga masyarakat terjamin keamanannya.

Hal ini dikemukakan Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

“Produk yang diberikan kepada publik secara massal telah melalui quality control. Berdasarkan survei Kemenkes, banyak warga masyarakat meragukan, bahkan menolak vaksin. Kami berusa ha menyampaikan secara komunikatif apa itu vaksin dan bagaimana vaksinasi bekerja. Kami juga berusaha meminimalkan hoaks yang beredar,” kata Wiku.

Staf Ahli Menkes Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Achmad Yurianto menambahkan, semua warga masyarakat penting mendapatkan vaksin covid-19.

Namun, karena persediaan terbatas, harus diurutkan kelompok mana yang didahulukan berdasarkan tingkat risiko.

“Kelompok yang harus divaksinasi terlebih dulu ialah tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan yang melayani pasien covid-19. Lalu, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan tempat pemeriksaan spesimen covid-19 yang berhadapan langsung dengan virus. Ketiga, tenaga kesehatan yang melaksanakan contact tracing untuk mencari kasus baru. Kelompok ini kurang lebih hampir 2 juta orang,” ujar Yuri.

Selanjutnya, kelompok yang menjadi target vaksinasi ialah pekerja publik yang melaksanakan tugas operasi yustisi kepatuhan protokol kesehatan, seperti Satpol PP, Polri, dan TNI. Selain itu, pekerja publik di bandara, stasiun, dan pelabuhan yang berhadapan dengan banyak orang setiap hari.

“Nanti vaksinasi hanya dilakukan pada kelompok usia 18-59 tahun dan tidak memiliki penyakit komorbid berat,” ungkap Yuri. Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi mengimbau pemerintah tidak tergesa-gesa dan berhati-hati dalam memanfaatkan vaksin covid-19.

“Kami sudah pergi ke Tiongkok. MUI tidak terburu-buru mengambil keputusan kecuali sudah ada hasil kajian dari aspek keilmuan, scientifi c judgement, baru mengeluarkan fatwa. Jika kemudian mungkin ditemukan bahan yang najis secara syar’i, tentu rencana penggunaan vaksin dibatalkan.”

Saat ini Indonesia menggandeng mitra asing untuk memproduksi vaksin, yakni PT Bio Farma dengan Sinovac dari Tiongkok, PT Kimia Farma
dengan G42 dari UEA, dan PT Kalbe Farma dengan Genexine dari Korsel. (Ata/Aiw/Jek/Fer/X-3)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Wisata Berbasis Ekosistem Gambut

👤 (SS/H-1) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:35 WIB
JASA lingkungan, khususnya ekowisata, potensial untuk dikembangkan di ekosistem gambut dengan menyinergikan pengelolaan ekosistem...
MI/Susanto

Iuran BPJS tengah Dikaji

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 25 November 2020, 00:25 WIB
PEMERINTAH tengah menyiapkan penyusunan besaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang berbasis kebutuhan dasar...
AFP

Inilah Panduan Tujuh Langkah Vaksinasi Mandiri

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:55 WIB
Bio Farma akan memfasilitasi semua kalangan dalam vaksinasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya