Sabtu 24 Oktober 2020, 03:53 WIB

Debat Lebih Tertib setelah Mik Dimatikan

AFP/Theguardian/Nur/Van/X-10 | Internasional
Debat Lebih Tertib setelah Mik Dimatikan

AFP/POOL/JIM BOURG
Debat Teralhir Presiden AS Donald Trump (kanan) dan calon presiden dari Partai Demokrat yang juga mantan Wakil Presiden AS Joe Biden

 

DEBAT terakhir antara Presiden AS Donald Trump dan kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden lebih tertib jika dibandingkan dengan debat pertama yang berlangsung kacau dan penuh interupsi.

Dalam debat kedua yang dipandu Kristen Welker, koresponden NBC News, panitia mematikan mikrofon kandidat ketika kandidat lainnya tengah berbicara. Akibatnya, Trump dan Biden jarang saling menyela pada gelaran Kamis (22/10) malam waktu setempat di Nashville, Tennessee, AS.

Tema yang dibahas di debat capres terakhir sebelum pemilihan pada 3 November mendatang itu terkait dengan persoalan dalam negeri dan dunia, seperti virus korona, tindak kejahatan, dan pemanasan global.

Trump dan Biden sama-sama menanggapi jawaban lawan dengan gestur. Biden, misalnya, menggelengkan kepala tanda tidak setuju atau tersenyum.

Trump juga lebih jinak di debat terakhir ini, terutama saat berbicara dengan moderator yang berulang kali dihinanya sebelum debat.

“Sejauh ini saya sangat menghormati cara Anda menangani ini,” kata Trump kepada Welker saat diberi waktu menanggapi Biden.

Tak hanya kedua capres yang lebih tertib, para penonton juga taat peraturan dengan mengenakan masker sepanjang acara yang berlangsung 90 menit dan sesudahnya.

Dalam debat, Biden menyerang Trump karena tidak memiliki rencana untuk menghentikan ‘musim dingin yang gelap’ dari kematian akibat virus korona.

Dengan lebih banyak orang tewas di Amerika Serikat daripada di negara lain, Trump bersikeras covid-19 akan segera hilang melalui terobosan medis dan menunjukkan kesembuhannya sendiri dari virus korona sejak debat pertamanya.

“Sebanyak 220 ribu orang Amerika Serikat tewas. Siapapun yang bertanggung jawab atas kematian sebanyak itu, tidak boleh tetap menjadi Presi den Amerika Serikat,” kata Biden.

“Kami akan memasuki musim dingin yang gelap, dan dia tidak punya rencana,” lanjutnya. Trump pun membalas bahwa tidak akan ada ‘musim dingin yang gelap’. “Kami memiliki vaksin yang akan datang, sudah siap, itu akan diumumkan dalam beberapa minggu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Trump mengajukan tuduhan kelam bahwa Biden mendapat untung dari hubungan bisnis yang korup yang melibatkan putranya, Hunter, selama dia menjabat sebagai wakil presiden dalam pemerintahan Barack Obama.

“Saya pikir Anda berutang penjelasan kepada rakyat Amerika Serikat,” kata Trump, yang kemudian dijawab Biden bahwa dia tidak pernah menerima sepeserpun dari sumber asing dalam hidupnya. (AFP/Theguardian/Nur/Van/X-10)

Baca Juga

AFP

Redam Korona, Ratusan Penerbangan di Shanghai Dibatalkan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 24 November 2020, 23:40 WIB
Pejabat kesehatan telah menguji ribuan staf di Bandara Internasional Pudong sejak sejumlah kecil kasus covid-19 di kota itu dikaitkan...
AFP/Maya Alleruzzo dan Bandar Al-Jalaoud

Pejabat Saudi dan Israel Akui Netanyahu Temui Muhammad bin Salman

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:38 WIB
Salah satu sumber mengatakan lebih rinci bahwa pertemuan yang berlangsung beberapa jam itu berfokus pada Iran dan pembentukan hubungan...
AFP

Saham-Saham Wall Street Menguat Terutama Sektor Energi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:11 WIB
Sektor energi menanjak 3,5 persen pada perdagangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya