Jumat 23 Oktober 2020, 14:50 WIB

Peneliti LIPI Temukan 315 Individu Fauna di Relief Candi Borobudur

Zubaedah Hanum | Humaniora
 

PUSAT Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pengkaji Balai Konservasi Borobudur (BKB) melakukan kajian tentang fauna-fauna Relief Lalitavistara dan Karmawibhangga di komplek Candi Borobudur, Jawa Tengah. Sebagai hasil, ditemukan ada 315 individu fauna di komplek itu.

"Metode identifikasi jenis fauna dilakukan berdasarkan karakter morfologi, tingkah laku, habitat dan physiological features," kata Cahyo Rahmadi, Plt Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, seperti dikutip dari akun Instagram LIPI.

Ia menjelaskan, Relief Lalitavistara bercerita kisah perjalanan hidup Buddha Gautama. Sedangkan Relief Karmawibhangga menceritakan tentang hukum sebab akibat. Dari 120 panil cerita relief Lalitavistara, terang Cahyo, pihaknya mendapati 61 panil yang memiliki relief fauna di dalamnya. Sisanya didapat dari Relief Karmawibhangga.

Terdapat 52 spesies satwa terindentifikasi dalam Relief kisah Lalitavistara, sebanyak 47 di antaranya teridentifikasi sampai tingkat spesies dan famili yang teridentifikasi menjadi kelas, yaitu actinopterygii (ikan) 4 spesies dari 4 famili, aves (burung) 21 spesies 15 famili, gastropoda (siput), mamalia 23 spesies dari 18 famili dan reptil 3 spesies dari 3 famili.

Satwa yang teridentifikasi antara lain, gajah, kijang muncak atau Kidang dalam bahasa Jawa,  burung Jelarang hitam (jaralang/jiarang), burung Pipit (Estrildidae), harimau loreng (Panthera tigris),

Peneliti mendapati bahwa panil yang memiliki pahatan fauna dengan jumlah spesies terbanyak menceritakan tentang Bodhisattva (calon Buddha) yang akan menyeberangi Sungai Gangga yang sedang meluap, di mana terpahat 9 jenis fauna di dalamnya. Fauna yang paling banyak dipahat adalah Merak hijau (Pavo muticus) yang tersebar di 15 panil.

Dari 52 spesies satwa yang teridentifikasi, hanya satu fauna yang tidak ada keberadaannya di Nusantara kuno, yaitu singa. Namun, menurut Kitab Lalitavistara, singa dapat ditemukan di India, sehingga dipahat di Borobudur.

“Pemahat kala itu seperti taksonom, ekolog, etolog, dan illustrator sains. Saat ini peneliti harus ke hutan untuk mengamati perilaku fauna, sedangkan pemahat relief Borobudur telah menggambarkan dengan benar berdasarkan kehidupan satwa waktu itu,” ujar Cahyo.

Ia mengatakan, kajian tentang makna kehadiran spesies fauna menjadi penting dan menarik untuk melengkapi cerita panil serta menambah nilai Candi Borobudur sebagai wisata sejarah dan edukasi. (H-2)

Baca Juga

DOK. Get Plastic

Perjalanan Demi Ibu Bumi sejauh 1.300 Kilometer

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 17:05 WIB
Get Plastic akan melakukan perjalanan dari Bali-Jakarta mengendarai satu mobil yang nantinya akan diisi dengan bahan bakar dari sampah...
Dok.MI/Duta

Lima Fraksi Menolak, Pembahasan RUU Ketahanan Keluarga Dihentikan

👤Putra Ananda 🕔Selasa 24 November 2020, 16:23 WIB
Sebanyak 5 fraksi menyatakan tidak setuju pembahasan RUU KK dilanjutkan ke tingkat selanjutnya sebagai RUU inisiatif DPR. Ke-5 fraksi...
MI/CITRA LARASATI

Seleksi Guru PPPK untuk Tingkatkan Layanan pada Peserta Didik

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 24 November 2020, 15:15 WIB
Seleksi ini terbuka bagi guru honorer yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya