Kamis 22 Oktober 2020, 03:19 WIB

Tuntaskan Kasus Intan Jaya tanpa Pandang Bulu

Emir Chairullah | Politik dan Hukum
Tuntaskan Kasus Intan Jaya tanpa Pandang Bulu

Kemenkopolhukam/Tim Riset MI-NRC
Hasil Investigasi TGPF

 

SELUBUNG yang menyelimuti kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua kian terkuak. Hasil investigasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus tersebut menyatakan bahwa penembakan di Intan Jaya diduga dilakukan oleh aparat keamanan.

Dalam menindaklanjuti hasil investigasi TGPF, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin, menyatakan pemerintah akan menyelesaikan kasus ini sesuai hukum yang berlaku, baik hukum pidana maupun administrasi negara (lihat grafik).

Mahfud menambahkan, dalam laporan TGPF juga disebutkan, selain kasus tewasnya Pendeta Yeremia, tiga kasus lain ditemukan. Disebutkan ada dua anggota TNI yang tewas dilakukan oleh anggota KKB (kelompok kriminal bersenjata), begitu pun satu orang warga sipil lainnya. Laporan ini merupakan temuan TGPF yang telah melakukan investigasi di lapangan selama kurang lebih lima hari dan mewawancarai 45 orang saksi dan juga mendatangi tempat kejadian perkara.

“Sejauh menyangkut tindak pidana yang menyangkut kekerasan dan pembunuhan, pemerintah meminta kepolisian dan kejaksaan menyelesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegas Mahfud.

Sebelumnya, pengamat Papua dari LIPI, Adriana Elisabeth, menyebutkan, apabila pelakunya berasal dari kalangan militer, sebaiknya pelaku diadili melalui pengadilan sipil. “Jadi bukan melalui pengadilan militer. Supaya prosesnya lebih transparan dan memenuhi keadilan keluarga korban,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan saksi, yaitu istri pendeta dan saudara ipar, pelaku penembakan merupakan anggota TNI. “Bahkan Pendeta Yeremia tahu nama pelakunya sebab sempat menyampaikan kepada istrinya. Karena itu, perlu ada perlindungan terhadap saksi ketika mengungkap nama pelakunya,” tegasnya.

Respons masyarakat

Sebagian masyarakat Papua merasa agak ragu kasus penembakan Pendeta Yeremia bisa diselesaikan secara hukum. Tokoh senior Papua, Paskalis Kossay, menyebutkan, berdasarkan kejadian penembakan sebelumnya, kasus ini kemungkinan akan ‘digantung’ di aparat penegak hukum.

“Kami menilai kasus ini sengaja digantung. Nasibnya akan sama seperti kasus lain yang lama. Demikian pemerintah cuci tangan tidak akan berurusan lagi dengan proses lanjut kasus ini,” kata Paskalis ketika dihubungi, kemarin.

Di lain sisi, tokoh pemuda Papua, Victor Abraham Abaidata, mengapresiasi pemerintah dalam menangani dan menyelesaikan investigasi kasus tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Bapak Presiden Joko Widodo, yang memang beliau punya hati dan niat tulus untuk memperbaiki situasi dan keadaan yang akhir-akhir ini terus terjadi,” kata Victor melalui keterangan tertulis, kemarin.

Pendeta Henok Bagau, tokoh agama Intan Jaya yang dekat dengan pendeta Yeremia Zanambani, juga menyatakan sependapat. Ia menilai upaya pengungkapan fakta oleh TGPF akan membuat warga Papua semakin percaya kepada pemerintah pusat. (Ant/X-6)

Baca Juga

Dok.MI

Polri Usut Kasus Video Tik-tok Hina Jokowi dan Puan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 24 November 2020, 21:01 WIB
Video yang diunggah akun TikTok @acygacalfarucha, menyebut Jokowi dan Puan adalah keturunan...
MI/CAHYA MULYANA

Rakyat Majemuk Jadikan Indonesia Pilih Demokrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 November 2020, 20:45 WIB
Demokrasi sering menghadapkan dua hal yang sama-sama diperlukan tetapi...
Puspenkum Kejagung

Jaksa Agung: Berikan Efek Jera di Sektor Ekonomi Pelaku Korupsi

👤Golda Eksa 🕔Selasa 24 November 2020, 20:08 WIB
Aparat penegak hukum (APH) sejatinya mulai menyesuaikan orientasi penegakan hukum yang selama ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya