Kamis 22 Oktober 2020, 04:40 WIB

Suryopratomo Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola

Suryani Wandari Putri | Humaniora
Suryopratomo Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola

MI/Adam Dwi
Wartawan senior Suryopratomo

 

WARTAWAN senior Suryopratomo, 59, tak pernah sekalipun memimpikan menjadi Duta Besar RI. Cita-citanya saat kecil memang bukanlah menjadi seorang duta besar, melainkan ingin menjadi pemain sepak bola. Ia ingat betul pernah kagum dengan pertandingan sepak bola pada final Piala Dunia 1974 antara Jerman Barat dan Belanda.

“Saya melihat pertandingan itu dan bermimpi kalau jadi pemain sepak bola bisa terkenal, ditonton semua orang di dunia. Jadi, mimpi saya itu hanya pemain sepak bola,” kata Mas Tommy, begitu ia akrab disapa, dalam dalam wawancara yang ditayangkan kanal The Blangkon TV, Selasa (20/10). Setiap Sabtu, anggota Dewan Redaksi Media Group ini juga menulis di kolom Tendangan Bebas Media Indonesia yang mengupas pertandingan sepak bola. 

Namun, berkat pengabdiannya dalam bekerja, ia dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Singapura oleh Presiden Joko Widodo. Pelantikan dilakukan bersamaan dengan 20 Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia (RI) di Istana Negara, Jakarta, pekan lalu.

“Jadi duta besar, saya tidak pernah membayangkan pekerjaan ini, saya 33 tahun bekerja sebagai wartawan ini sungguh bidang yang jauh berbeda,” kata dia.

Tommy mengungkapkan naik jenjang ini juga di luar keinginan sejak menjadi wartawan. Ia megatakan tak pernah bermimpi untuk diangkat menjadi editor atau pimpinan tertinggi. Ia justru menilai nya sebagai amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab.

“Saya saat jadi wartawan tidak pernah kepikiran untuk jadi editor. Yang saya pikir bagaimana melihat tulisan lebih baik, dibaca lebih banyak orang, dan bagaimana memberikan kontribusi yang besar untuk institusi,” kata Tommy.

Ia mengatakan, dirinya tak berorientasi pada jabatan karena telah menjadi ajaran Islam untuk tidak mengejar jabatan sebab merupakan beban tersendiri. “Jabatan itu beban karena bukan hanya kehormatannya, melainkan juga paling berat itu adalah tanggung jawab. Ini bisa jadi musibah, tapi saya melihat sebagai amanah,” imbuhnya.


Tantangan

Menjadi Duta Besar RI untuk Singapura tentu memiliki tantangan tersendiri bagi Tommy, mengingat saat ini dunia masih dihadapkan dengan pandemi covid-19 dan kedutaan menjadi ujung tombak untuk diplomasi ekonomi Singapura.

Singapura dalam 10 tahun terakhir menjadi investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi rata-rata US$8,5 miliar-US$9,5 miliar per tahun. “Tantangan saya adalah mempertahankan angka US$9,5 miliar itu tetap bisa masuk ke Indonesia karena Indonesia juga  membutuhkan investasi untuk membuka lapangan pekerjaan,” kata Tommy.

Ia menyadari peran Singapura menjadi penting lantaran saat ini menjadi sentra keuangan Asia. “Di Asia ada 2 pusat keuangan, yakni Hong Kong dan Singapura. Hong Kong karena ada kasus demokrasi di sana, kita tahu kegiatan keuangan agak menurun sehingga sekarang sentra di Singapura,” tuturnya.

Tommy pun ingin menarik investor agar bisa masuk ke Indonesia dan bisa memulai usaha. Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang terdekat dengan Singapura harus bisa mendapatkan manfaat yang paling optimal.

“Artinya, kita harus membangun industri manufaktur, dari mana modalnya? Kalau kita mengandalkan keuangan dalam negeri, ada batasan. Singapura itu sangat penting menopang laju industri Indonesia,” kata Tommy.

Tak hanya soal ekonomi, Tommy pun punya misi di bidang politik, yakni mempertahankan hubungan politik yang telah terjalin dengan baik. (H-3)


 

Baca Juga

Yoseph Pencawan

Audisi Rektor, Dekan Fisip USU Paparkan Program

👤(PS/YP/H-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:45 WIB
PROSES penjaringan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki tahapan pemaparan program kerja,...
 ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Wisata Berbasis Ekosistem Gambut

👤 (SS/H-1) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:35 WIB
JASA lingkungan, khususnya ekowisata, potensial untuk dikembangkan di ekosistem gambut dengan menyinergikan pengelolaan ekosistem...
MI/Susanto

Iuran BPJS tengah Dikaji

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 25 November 2020, 00:25 WIB
PEMERINTAH tengah menyiapkan penyusunan besaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang berbasis kebutuhan dasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya