Rabu 21 Oktober 2020, 18:10 WIB

KLHK Gugat Empat Perusahaan di Cimahi

Mediaindonesia.com | Nusantara
KLHK Gugat Empat Perusahaan di Cimahi

ANTARA/Raisan Al Farisi
.

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) bakal menggugat empat perusahaan di Kota Cimahi, Jawa Barat, ke pengadilan. Keempatnya diduga melakukan pencemaran daerah aliran sungai (DAS) Citarum.

"Ada empat perusahaan akan diproses ke pengadilan karena melakukan pelanggaran pencemaran pengolahan air limbah ke sungai," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, M Ronny, Rabu (21/10).

Sebelum gugatan ke pengadilan, Ronny menyebut, pihaknya sudah melayangkan sanksi teguran hingga paksaan pemerintah karena keempat perusahaan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Karena sanksi itu tak digubris, perusahaan-perusahaan tersebut kemudian diverifikasi. Jika tak mengindahkan verifikasi lapangan, kami akan meneruskan kepada KLHK," terang Ronny.

Pihaknya nanti hanya akan menjadi saksi dalam persidangan karena sebagai pemilik data dugaan pelanggaran pencemaran keempat perusahaan tersebut. "KLHK yang menggugat, karena data awal dari kita. DLH diminta menjadi saksi di pengadilan dengan bukti pelanggaran pencemaran," jelasnya.

Pada tahun ini, dia melanjutkan, sudah ada dua perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan hasil putusan pengadilan yang dimenangkan KLHK. Kedua perusahaan tersebut yakni PT How Are You Indonesia (HAYI) dan PT Kamarga Kurnia Textile Industry (KKTI).

Kedua perusahaan tersebut diwajibkan membayar ganti rugi akibat mencemari DAS Citarum. PT HAYI dijatuhi denda Rp12,013 miliar dan PT KKTI Rp4,25 miliar.

"Ada juga satu perusahaan yang sepakat untuk membayar denda sebelum digugat. Jadi tidak masuk ranah pengadilan. Uang dendanya masuk kas negara," beber Ronny.

Untuk mencegah pelanggaran serupa, tambah Ronny, setiap tahun pihaknya melayangkan surat kepada seluruh perusahaan agar melaksanakan ketentuan sesuai aturan, seperti memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). "Kemudian perusahaan harus kembali melihat dokumen lingkungan yang berisi janji dan komitmen untuk melakukan pengelolaan lingkungan dengan
benar," tandasnya. (DG/OL-14)

Baca Juga

 MI/PIUS ERLANGGA

Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

👤 (RO/N-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperingatkan di era globalisasi ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah...
anggoro

Ramai-Ramai Menolak Rizieq

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 25 November 2020, 00:55 WIB
RIZIEQ Shihab sepertinya harus berpikir matang untuk meninggalkan Jakarta dalam beberapa hari...
Dok. Pemprov DKI Jakarta

Positif Covid-10 Magetan Tembus Melebihi 600 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:25 WIB
Jumlah warga Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif Covid-19 menembus angka 600 orang lebih setelah ada tambahan tiga pasien baru pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya