Selasa 20 Oktober 2020, 07:57 WIB

Fokus Sumber Daya Alam, SDM Indonesia Kalah dari Negara Tetangga

Ignas Kunda | Nusantara
Fokus Sumber Daya Alam, SDM Indonesia Kalah dari Negara Tetangga

MI Ignas Kunda
Anggota DPR RI Komisi X Andreas Hugo Preira (kanan)

 

ANGGOTA DPR RI Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyampaikan jika sumber daya manusia (SDM) Indonesia kalah jauh dari negara tetangga baik di Asia Tenggara maupun Asia secara keseluruhan. Hal itu, kata Andreas, Indonesia masih berharap pada sumber daya alam dalam proses pembangunannya.

"Indonesia sedang mendapatkan bonus demografi yang bisa bertahan hingga 2 dekade namun akan sangat kesulitan bila sumber daya manusia masih kurang. Indonesia belum bisa menikmati bonus demografi karena kulitas pendidikan dalam hal ini sumber daya manusia kita masih terbatas," kata Andreas saat menyalurkan bantuan beasiswa Indonesia Pintar kepada 1361 siswa mulai tingkat SD,SMP SMA/SMK di Nagekeo, NTT, Senin (19/10).

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan di aula SMPK St. Theresia yang diterima oleh kepala sekolah dan perwakilan dari sekolah-sekolah yang telah terdata sebelumnya.

Menurut Andreas, di hadapan para kepala sekolah di Nagekeo, hal yang terjadi jika disebut menikmati bonus demografi ketika setiap orang menikmati kesehatan yang baik, pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang layak, dan kemandirian anak muda. Kondisi ini dapat terjadi ketika suatu negara yang memiliki potensi jumlah penduduk juga kebijakan yang baik.

Baca juga: Bonus Demografi di Depan Mata, Sektor Perumahan Siap Tangkap

Karena itu pada pemerintahan Jokowi kali ini pemerintah mendorong untuk terus meninggkatkan kualitas pendidikan agar bisa bersaing dengan negara tetangga. Negara kita masih berfokus pada pembangunan dengan mengandalkan sumber daya alam sehingga akan tetap tertinggal dengan negara lain.

“Tidak ada negara maju yang pendidikannya tidak maju. Negara yang kaya sumber daya alam belum tentu maju. Negara yang sumber daya manusinya tinggi pasti maju, contohnya Korea Selatan, Jepang," ujar Andreas.

Andreas membandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura bahkan Vietnam, saat ini Indonesia telah kalah dalam sumber daya manusianya karena hanya berfokus dengan sumber daya alam.

“Bandingkan dengan negara tetangga kita punya kekayaan alam kaya jauh namun mereka tetap lebih maju karena banyak orang pintar. Kita bandingkan dengan negara tetangga kita seperti Malaysia, kita kalah, dulu banyak yang kuliah di kota, sekarang orang kita malah banyak yang kuliah ke sana," tuturnya.

Manurut Andreas, sesuai data bank dunia, Indonesia termasuk negara berpendapatan menengah ke atas namun bertahan begitu lama karena pembangunan kita hanya mengandalkan sumber daya alam bukan sumber daya manusia.

"Makanya kita tidak keluar dari pendapatan menengah ke atas dan tetap bertahan di situ. Kita kaya namun dimanfaatkan oleh orang yang lebih pintar, karena kita kekurangan sumber daya manusia. Bila kita tidak produktif maka akan menjadi beban buat negara namun bila produktif maka adalah bonus kekuatan buat bangsa dan negara ini," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

 MI/PIUS ERLANGGA

Digitalisasi Penyiaran Merangkul kembali Wilayah 3T

👤 (RO/N-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memperingatkan di era globalisasi ada indikasi lunturnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah...
anggoro

Ramai-Ramai Menolak Rizieq

👤Yoseph Pencawan 🕔Rabu 25 November 2020, 00:55 WIB
RIZIEQ Shihab sepertinya harus berpikir matang untuk meninggalkan Jakarta dalam beberapa hari...
Dok. Pemprov DKI Jakarta

Positif Covid-10 Magetan Tembus Melebihi 600 Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:25 WIB
Jumlah warga Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif Covid-19 menembus angka 600 orang lebih setelah ada tambahan tiga pasien baru pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya