Selasa 20 Oktober 2020, 04:56 WIB

UT Terus Maju Tingkatkan Pelayanan Pendidikan Jarak Jauh

Bay/S2-25 | Humaniora
UT Terus Maju Tingkatkan Pelayanan Pendidikan Jarak Jauh

MI/LIBRAINA
Rektor UT Prof Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D.

 

SEJAK didirikan pada 1984, keberadaan Universitas Terbuka (UT) hingga kini terus berkembang maju dan berkibar. Di tengah kondisi pandemi covid-19 yang membuat elemen pendidikan jadi ‘mendadak daring’, kampus UT pun makin terasa dibutuhkan.

“Sejak awal UT berdiri pada 1984 sangat sesuai dengan misi pemerintah yang bertujuan menyediakan pemerataan akses layanan pendidikan tinggi bagi seluruh warga Indonesia,” kata Rektor UT Prof Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D dalam wawancara khusus dengan Media Indonesia, di Kampus UT Pondok Cabe,Tangerang Selatan, Banten, Selasa (13/10).

Dikatakan Ojat, lembaga pendidikan tatap muka banyak tersebar di kota-kota besar namun warga Indonesia banyak yang tinggal di perdesaan dan juga daerah perbatasan.

Masyarakat di daerah ini berada dalam situasi keterbatasan ekonomi, membantu perekonomian keluarga sehingga banyak yang tidak memungkinkan ke kota besar guna menempuh pendidikan tinggi. Di sisi lain, perguruan tinggi konvensional menuntut biaya lebih tinggi.

“Nah dengan mengimplementasikan sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ yang UT terapkan dapat menampung mahasiwa dalam jumlah besar, biaya kuliah relatif sangat terjangkau oleh mahasiswa, karena fixed cost-nya hampir mendekati nol,” ungkap Ojat.

Rektor mengemukakan bahwa memasuki usianya yang 36 tahun, kampusnya ini telah menghasilkan jumlah lulusan yang terbesar di Indonesia dengan kiprah alumni tersebar di Tanah  Air maupun luar negeri. Diperkirakan alumni UT mencapai 1,8 juta orang hingga saat ini.

“Saya kira tidak ada perguruan tinggi negeri atau swasta di Tanah Air yang jumlah lulusannya sebesar UT karena UT mengimplementasikan sistem PJJ yang memungkinkan daya tampung sebesar itu, tidak bisa dibandingkan dengan perguruan tinggi biasa,” ungkap Ojat.

Ia menambahkan pada 2010 lalu, jumlah mahasiswa UT mencapai 650 ribu orang.

Sementara itu, terkait terobosan dan inovasi yang dilakukan UT, Ojat menjelaskan bahwa pihaknya melaksanakan program layanan massive open online course (MOOC) yang diharapkan menjadi pilihan dan bermanfaat bagi masyarakat belajar.

Guna menopang kualitas layanan pada mahasiswa, ia ingin membangun kewibawaan akademik dengan melakukan kegiatan support atau dukungan secara fisik yang membantu kesuksesan belajar mahasiswa.

Dikatakan, ada tiga program penting dalam mendukung kesuksesan mahasiswa, yakni pertama distance learning skill workshop. “Ini amat penting, saya ingin mahasiswa UT dapat tumbuh menjadi pembelajar jarak jauh yang tangguh sehingga sejak awal mereka harus diedukasi, dibina, dan dikembangkan tentang cara-cara pembelajaran jarak jauh. Kami edukasi tentang cara membaca cepat dan mengelola waktu secara baik,” tegas Ojat.

Kedua, kegiatan assigment workshop, yang memberi pembekalan mahasiswa dalam mengerjakan tugas, membuat artikel, serta menangkap isi pesan dari tugas yang diberikan. Hal ini melatih cara mengerjakan tugas-tugas mata kuliah secara baik, percaya diri, dan bertanggung jawab sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Jangan sampai mereka mengerjakan tugas mata kuliah dikerjakan bukan oleh dirinya, tapi bantuan orang lain. Jika mereka sampai mengerjakan tugas mata kuliah dibantu orang lain, itu berarti mereka membodohi diri sendiri,” tandas Rektor.

Adapun yang ketiga ialah exam clinic yakni saat UT mempersiapkan mahasiswa untuk siap dalam menjalankan ujian. Di sini, mahasiswa diedukasi secara mental sehingga mampu mempersiapkan diri dengan baik dalam menjalani ujian.

Cyber university

Sedangkan dari sisi inovasi, UT mengikuti kemajuan teknologi pada revolusi industri 4.0 dengan menerapkan online proctoring, yang memudahkan mahasiswa untuk mengikuti ujian tidak terikat pada ruang ujian, melainkan dapat dilakukan di mana saja, baik dari rumah atau di tempat kerja.

Melalui online proctoring yang memanfaatkan sistem ujian online berbasis web semakin memudahkan mahasiswa UT dalam pembelajaran atau ujian yang ditempuhnya. Jika terjadi kecurangan pada metode ini, UT telah menyiapkan perangkat deteksi guna memonitor ujian tersebut.

“Jadi, ini salah satu inovasi yang kami lakukan melalui online proctoring sekaligus menyempurnakan fungsi UT sebagai cyber university,” ujar Ojat yang meraih gelar Ph.D di Simon Fraser University Kanada.

Ojat juga menjelaskan terkait upaya pengembangan Universitas Terbuka Siber atau disebut Indonesian Cyber Education (ICE) Institute, UT mendapat amanah sejak masa Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir beberapa tahun lalu.

Menurut dia, ICE Insitute telah diluncurkan di Denpasar, Bali, saat puncak Hari Teknologi Nasional 2018 bersama Wapres Jusuf Kalla dan Menristek Dikti M Nasir.

Mantan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir

Guru Besar Ilmu Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran UT ini mengutarakan bahwa ICE Institute sebagai galeri marketing untuk online learning di Tanah Air. Untuk itu, UT telah bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi sedang mengembangkannya bersama.

“Jadi nanti kami akan presentasi kepada Dirjen Dikti Kemendikbud terkait dengan marketing gallery untuk online learning ini. Nah, saya kira ini merupakan suatu terobosan baru mengingat saat pergeseran pembelajaran dari tatap muka ke online ini pemerintah sudah sigap dengan menyiapkan atau membangun UT cyber ini,” ungkap Ojat.

Grand design PJJ

Terkait PJJ yang saat ini diterapkan di tengah pandemi covid-19, Ojat menilai yang terjadi berupa pembelajaran darurat dari rumah saja. Pasalnya, bahan ajar belum disiapkan dengan baik dan guru kurang siap mengajar serta infrastruktur yang ada masih banyak belum memadai.

Menurutnya, UT sudah coba membantu, termasuk dalam hal ini para dosen dan tenaga pendidikan dari perguruan tinggi dengan memberikan gambaran umum tentang grand design PJJ.

Keunggulan UT sebagai pelopor PJJ juga diakui Wakil Presiden saat ini, Ma’ruf Amin. “UT menjadi pionir dan pemimpin dalam PJJ dan diharapkan dapat mendorong Angka Partisipasi Kasar (APK) menjadi lebih baik. Hal ini sesuai dengan roadmap pemerintah dalam meningkatkan pendidikan tinggi dalam skala yang tidak terbatas dan biaya yang terjangkau.”

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. 

UT menggelar workshop bagi para dosen dan tenaga pendidikan tentang cara mengembangkan bahan ajar untuk online, membuat grand design untuk PJJ, termasuk pemanfaat an LMS untuk penyediaan online learning secara synchronous dan asynchronous. Misalnya penggunaan LMS UT sekarang dapat digunakan bagi perguruan tinggi yang belum memiliki LMS. Selain itu, bahan ajar digital UT dapat diakses oleh masyarakat umum.

UT menyediakan bantuan PJJ bagi perguruan tinggi yang memerlukan platform untuk melakukan pembelajaran di luar kampus sebagai upaya mencegah penyebaran covid-19. Bantuan pembelajaran disediakan melalui platform Learning Management System (LMS) dengan alamat https://lms.ut.ac.id.

Sementara M Nasir, yang kini menjabat Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi dan Pendidikan mengatakan hanya satu perguruan tinggi di Indonesia yang telah memiliki LMS yang baik dan terintegrasi, yaitu UT.

“Dengan LMS yang baik UT dapat mengakomodasi interaksi penuh antara dosen dengan mahasiswa secara synchronus (langsung dan real time) maupun asynchronous (komunikasi yang terjadwal) sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai,” katanya.

Ketua Ikatan Alumni UT Moeldoko juga mengapresiasi PJJ yang dikembangkan UT. “Hal ini juga berperan dalam mendukung program pemerintah yang menempatkan pembangunan SDM pada posisi pertama menuju Indonesia Maju,” ujar Kepala Staf Kepresidenan RI ini.

Ketua Ikatan Alumni UT Moeldoko

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, berbekal pengalaman selama 36 tahun dalam pengembangan PJJ di Indonesia, UT telah memberikan akses pendidikan tinggi dari kota hingga pelosok di Tanah Air guna peningkatan APK pendidikan tinggi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim

(Bay/S2-25)

Baca Juga

Yoseph Pencawan

Audisi Rektor, Dekan Fisip USU Paparkan Program

👤(PS/YP/H-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:45 WIB
PROSES penjaringan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki tahapan pemaparan program kerja,...
 ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Wisata Berbasis Ekosistem Gambut

👤 (SS/H-1) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:35 WIB
JASA lingkungan, khususnya ekowisata, potensial untuk dikembangkan di ekosistem gambut dengan menyinergikan pengelolaan ekosistem...
MI/Susanto

Iuran BPJS tengah Dikaji

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 25 November 2020, 00:25 WIB
PEMERINTAH tengah menyiapkan penyusunan besaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang berbasis kebutuhan dasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya