Selasa 20 Oktober 2020, 02:46 WIB

Vaksinasi Harus Disiapkan dengan Baik

Abdhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Vaksinasi Harus Disiapkan dengan Baik

ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas produksi dan uji klinis tahap III vaksin covid-19 di Fakultas Kedokteran UNPAD, Bandung, (11/8)

 

SEHARI menjelang setahun masa pemerintahannya, kemarin, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas yang fokus pada penanganan pandemi covid-19.

Dalam rapat, Presiden Jokowi meminta rencana pemerintah memberikan vaksin covid-19 kepada masyarakat dipersiapkan dengan baik dan
detail, mulai dari pengadaan, distribusi, sampai implementasi di lapangan.

“Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa karena sangat kompleks, menyangkut nanti persepsi di masyarakat. Jadi, saya harapkan betul-betul disiapkan mengenai vaksin,” kata Presiden Jokowi.

Tahap implementasi, lanjutnya, merupakan titik kritis dari proses vaksinasi sehingga harus benar-benar dijelaskan gamblang kepada masyarakat.

“Prosesnya seperti apa. Siapa yang pertama disuntik terlebih dulu dan apa alasannya. Itu harus dijelaskan betul kepada publik. Siapa yang gratis, siapa yang mandiri, itu juga dijelaskan betul,” lanjut Presiden.

Presiden juga mengingatkan pentingnya persiapkan teknis pelaksanaan di lapangan, termasuk penyediaan pelatihan kepada petugas yang terlibat.

“Saya minta agar WHO dilibatkan agar mereka bisa memberikan training-training sehingga standarnya menjadi jelas. Karena vaksin ini harus
mendapatkan perlakuan spesifik, tiap vaksin beda-beda,” ujar Presiden.

Yang tidak kalah penting, pemerintah juga harus bisa memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai hal yang berkaitan vaksin, mulai dari kehalalan dan kualitas. “Jika tidak, ini akan dihantam oleh isu, dipelintir, kemudian masyarakat demo lagi karena memang masyarakat sekarang ini dalam posisi yang sulit. Kalau komunikasinya kurang baik bisa kejadian seperti UU Cipta Kerja,” jelas Jokowi.

Titik keseimbangan

Presiden berharap pemberian vaksin bisa berjalan lancar sehingga situasi segera kembali normal. Ketika saat itu tiba, kegiatan ekonomi kembali bergeliat sehingga pendapatan masyarakat juga terangkat kembali.

“Semoga, awal tahun depan, kita mulai vaksinasi hingga keadaan pulih kembali, keadaan menuju ke normal, pariwisata hidup lagi, hotel-hotel penuh lagi. Toko-toko mulai kedatangan pembeli sebanyak seperti sebelum pandemi atau mungkin lebih baik,” papar mantan wali kota Solo itu.

Jokowi mengungkapkan selama tujuh bulan menangani pandemi, pemerintah terus bekerja keras mencari titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

“Kesehatan publik tetap nomor satu. Tetapi, memprioritaskan kesehatan bukan berarti mengorbankan ekonomi,” tuturnya.

Jika mengorbankan ekonomi, imbuh Presiden, kehidupan masyarakat akan terdampak. Oleh karena itu, pemerintah juga mengeluarkan tindakan untuk meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan
pandemi.

“Jika kita mengorbankan ekonomi sama saja dengan mengorbankan kehidupan puluhan juta orang. Ini bukan opsi yang bisa kita ambil. Sekali lagi, kita harus mencari keseimbangan yang pas,” tandas Jokowi. (X-3)

Baca Juga

Dok.MI

Polri Usut Kasus Video Tik-tok Hina Jokowi dan Puan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 24 November 2020, 21:01 WIB
Video yang diunggah akun TikTok @acygacalfarucha, menyebut Jokowi dan Puan adalah keturunan...
MI/CAHYA MULYANA

Rakyat Majemuk Jadikan Indonesia Pilih Demokrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 November 2020, 20:45 WIB
Demokrasi sering menghadapkan dua hal yang sama-sama diperlukan tetapi...
Puspenkum Kejagung

Jaksa Agung: Berikan Efek Jera di Sektor Ekonomi Pelaku Korupsi

👤Golda Eksa 🕔Selasa 24 November 2020, 20:08 WIB
Aparat penegak hukum (APH) sejatinya mulai menyesuaikan orientasi penegakan hukum yang selama ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya