Senin 19 Oktober 2020, 05:55 WIB

Antisipasi Ancaman Covid-19 pada Pilkada Serentak

Rahman Mulyawan Dosen FISIP Unpad | Pilkada
Antisipasi Ancaman Covid-19 pada Pilkada Serentak

Dok.Pribadi
Rahman Mulyawan Dosen FISIP Unpad

HARAPAN masyarakat untuk melaksanakan kegiatan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak pada 2021 atau setelah berakhirnya masa pandemi covid-19 akhirnya tidak menjadi
kenyataan.

Hal ini terjadi setelah pemerintah tetap memutuskan untuk melaksanakan pilkada pada 2020. Pilkada serentak 2020 positif akan digelar di masa pandemi korona yang dijadwalkan pada 9 Desember 2020 mendatang.

Untuk mendukung kegiatan pilkada serentak di 270 daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengeluarkan PKPU No 5/2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Pilkada, serta PKPU Nomor 6/2020 tentang Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona virus Disease 2019 (Covid-19).

Melalui Peraturan KPU yang ideal, diharapkan akan terjadi sinergi antarinstitusi penyelenggara pilkada dengan masyarakat terjalin kedisiplinan, kolaborasi, dan komitmen semua pihak, agar kegiatan pilkada secara serentak dapat terlaksana dengan kualitas yang optimal.

Sebuah perjuangan yang sangat berat untuk mewujudkan tidak terjadinya klaster baru penularan virus covid-19 baik di kalangan pemilih, maupun penyelenggara. Khususnya, petugas pilkada (KPPS) di lapangan.

Upaya dukungan yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 untuk kesuksesan kegiatan pilkada ialah dengan memetakan sebaran covid-19 di 270 daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak.

Terkait dengan berbagai permasalahan pelaksanaan pilkada serentak di tengah pandemi, memunculkan kekhawatiran publik, apakah pilkada ini dapat diselenggarakan dengan aman, nyaman, sehat, dan berkualitas? Sejumlah kekhawatiran, terhadap penyelenggaraan pilkada ini disebabkan kondisi yang tidak aman dan tidak sehat dalam pelaksanaan tahapan dan program pilkada. Maka, yang muncul ialah sikap permisif dan mengabaikan pelanggaran terhadap aturan yang ada oleh petugas lapangan.

Pengalaman buruk pemilu serentak 2019 yang lalu, masih membayangi penyelenggara pilkada ini. Terutama, dengan adanya petugas KPPS yang meninggal di saat pelaksanaan pemilu serentak.

Pemilu serentak dalam keadaan normal saja sudah tinggi tekanan yang dihadapi penyelenggara, apalagi pilkada yang dilaksanakan di bawah risiko terinfeksi covid-19.

Kalau hal ini tidak mendapat perhatian serius, TPS yang didatangi masyarakat sebagai pemilih akan menjadi klaster baru penularan covid-19.

Kondisi ini harus bisa diantisipasi KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pilkada. Dalam kondisi ini, KPU daerah tentu harus melengkapi petugasnya dengan alat pelindung diri (APD), agar mereka aman dan selamat dalam melaksanakan tugasnya sehingga tidak terinfeksi virus covid-19.

Dalam kondisi persebaran virus covid-19, tentu ada kekhawatiran masyarakat untuk mengikuti setiap tahapan pilkada. Peluang terinfeksi pemilih ini lebih besar, terutama pada hari pemilihan dengan potensi orang yang berkumpul sangat banyak.

Kekhawatiran inilah yang membuat mereka lebih memilih untuk tidak datang ke TPS pada hari pencoblosan, jika tidak ada jaminan keselamatan terhadap diri mereka. Kehadiran pemilih ini juga berkorelasi dengan masalah ekonomi masyarakat yang terdampak akibat pandemi covid-19 ini.

Persoalan teknis yang memengaruhi kualitas pilkada harus diantisipasi, agar tidak terjadi dalam kegiatan demokrasi lokal ini. Selain itu, yang harus diperhatikan ialah memastikan output dari pilkada, yaitu menghasilkan kepala daerah yang bersih, baik dalam cara memenangi pilkada maupun program kerja yang ditujukan untuk kepentingan publik daerah.

Baca Juga

MI/BENNY BASTIANDY

Pilkada Sukabumi, Laga Dua Petahana

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 05:55 WIB
PILKADA Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tahun ini diikuti tiga pasangan...
MI/BENNY BASTIANDY

Covid-19 belum Jadi Sentral Program Kampanye di Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 05:50 WIB
PILKADA Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai menghangat. Empat pasangan calon (paslon) gencar menyosialisasikan program-program unggulan...
Istimewa

Perkuat Ekonomi Sumbar, Mulyadi Bidik Potensi Laut

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:20 WIB
CALON Gubernur Sumatera Barat nomor urut 1 Mulyadi berupaya untuk menyentuh berbagai sektor supaya ekonomi masyarakat Sumbar makin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya