Senin 19 Oktober 2020, 04:55 WIB

Cuan Duluan

Raja Suhud Wartawan Media Indonesia | Ekonomi
Cuan Duluan

Dok.MI/Seno
Raja Suhud Wartawan Media Indonesia

 

BANYAK investor di Bursa Efek Indonesia yang memegang saham BRI Syariah Tbk (BRIS) dan Aneka Tambang Tbk (ANTM) kipas-kipas pada akhir pekan lalu. Pasalnya, para investor itu mendapat untung besar dari investasi yang mereka tanamkan.

Saham BRIS yang sebelumnya berada di kisaran Rp800 hingga Rp900-an, tiba-tiba melonjak jadi Rp1.200 hingga Rp1.690 setelah pemerintah mengumumkan kesepakatan di antara bank-bank syariah milik Himbara untuk merger.

Demikian juga saham ANTM yang tadinya kesulitan untuk menembus level Rp900-an, tiba-tiba melesat hingga mencapai Rp1.180 karena Dirut MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan pihaknya akan membentuk holding baterai mobil listrik dengan ANTM menjadi salah satu anggotanya.

Merger BRIS belum sepenuhnya terjadi. Demikian juga pabrik baterai mobil saat ini belum berdiri dan baru diperkirakan produksi pada 2024. Namun, pemegang sahamnya sudah mendapatkan
profi t dari kenaikan harga saham di bursa. Istilahnya mereka sudah profi t atau cuan duluan. Bahwa akhirnya rencana bisnis itu terealisasi atau tidak, urusan belakang.

Cuan duluan juga dinikmati oleh para investor pemegang saham emiten yang diuntungkan oleh keberadaan UU Cipta Kerja. Indeks harga saham gabungan (IHSG) terus menanjak sejak
kepastian pengesahan omnibus law itu diperoleh.

Para pemegang saham emiten properti, perdagangan, komoditas, juga keuangan memperoleh kenaikan harga rata-rata 2% hingga 6%.

Kembali lagi, kondisi itu diperoleh karena para investor meyakini kondisi perekonomian makin membaik pascapemberlakuan UU baru itu. Perkara bahwa nantinya ternyata investasi masuk
tidak setinggi yang diharapkan, penjualan tidak setinggi yang diproyeksikan, atau kredit macet makin meninggi, itu merupakan bagian yang dihitung ulang belakangan. Yang penting saat
ini cuan duluan.

Namun, kondisi berkebalikan sepertinya dirasakan oleh para pekerja. Pesangon yang dahulu diatur hingga 32 kali, kini dipangkas menjadi 25 kali. Kontrak kerja dapat diperpanjang berkali-kali.

Jenjang karier menjadi kemewahan yang bisa dicabut tiba-tiba. Berbagai hal yang dirasakan negatif itu menjadikan kelas pekerja dalam posisi rugi alias amsyong. Padahal, benarkah demikian?

Bila mengikuti tujuan keberadaan UU Ciptaker ini, kekhawatiran itu sebenarnya tidak perlu. UU Ciptaker ini ditujukan menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian, buat apa takut di-PHK bila ternyata masih ada tempat kerja lain yang siap menampung.

Untuk apa mengkhawatirkan besaran uang pesangon bila pada kenyataannya uang itu kini pasti dibayarkan. Tidak seperti dahulu, pengusaha bisa saja mem-PHK karyawan tanpa pesangon dengan alasan dalam kondisi pailit.

Jadi, tidak ada alasan untuk mengatakan kaum pekerja tidak cuan dengan adanya UU Ciptaker. Bahwa cuan-nya tidak sebesar dengan kelompok masyarakat lain, itu urusan lain.

Jadi, mari kita semua jemput cuan kita dengan UU Ciptaker yang baru diteken pemrintah saat ini. Happy cuan. (E-3)

Baca Juga

DOK MANDIRI SYARIAH

BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Bangun Ekonomi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:29 WIB
Bank Indonesia (BI) menilai, wakaf yang tertata dengan baik dan didukung oleh teknologi diharapkan dapat mendorong mobilisasi dana...
Dok Kementan

PUPR Pastikan Irigasi di Food Estate Kalteng Mengalir Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:16 WIB
Pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) yang merupakan lahan eks-Pengembangan...
Ist/Kementan

Kementan Apresiasi Ekspor Perdana Telur Tetas oleh CJ PIA

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:03 WIB
Ekspor yang dilakukan PT CJ PIA ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor komoditas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya