Senin 19 Oktober 2020, 04:40 WIB

Dana PEN Gerakkan UMKM

DESPIAN NURHIDAYAT | Ekonomi
Dana PEN Gerakkan UMKM

MI/RAMDANI
KREDIT PRODUKTIF UMKM: penerima kredit produktif program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/7).

 

MENJAGA agar bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap berjalan di tengah krisis yang sedang berlangsung akibat pandemi covid-19 membutuhkan komitmen yang kuat.

Penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu penopang agar UMKM tetap bergerak.

Plt Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan Bank Mandiri bersama bank Himbara sangat mendukung program PEN agar ekonomi kembali pulih dan bergerak ke arah yang
lebih baik.

“Bank Mandiri fokus menyalurkan dana PEN kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyaluran dana PEN untuk pelaku UMKM mencapai Rp23,56 triliun atau sebesar 52% dari
total dana PEN yang disalurkan oleh Bank Mandiri,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, kemarin.

Penyaluran tersebut juga dilakukan ke berbagai sektor, antara lain sektor pendukung industri pertanian, FMCG (fast moving consumer goods), jasa, perdagangan, dan sektor lain yang terdampak covid-19, termasuk sektor padat karya agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja.

Hery mengungkapkan penyerapan permodalan untuk UMKM diperlukan guna mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional seperti saat ini.

“Selain kredit program PEN, Bank Mandiri juga gencar menyalurkan KUR. Sejak pertama kali KUR digulirkan sampai dengan 30 September 2020, bank yang genap berusia 22 tahun pada 2 Oktober ini telah menyalurkan Rp105,64 triliun.

Penyaluran itu pun telah menggerakkan bisnis lebih dari 1,7 juta debitur pelaku UMKM,” kata Hery. Khusus untuk 2020, sampai akhir September lalu Bank Mandiri sudah menyalurkan KUR sebesar Rp14,74 triliun.

Penyaluran tersebut ditujukan sektor-sektor produktif sehingga mampu mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengatakan keberadaan UMKM amat dibutuhkan saat perekonomian Indonesia kembali pulih. UMKM itu akan menjadi penghasil produk
yang dibutuhkan konsumen dalam negeri ketika daya beli sudah pulih.

Dengan demikian, amat penting untuk membuat UMKM tetap hidup di masa krisis agar Indonesia tidak mengalami defi sit ketika permintaan akan barang dan jasa pulih kembali.

Di sisi lain, upaya pemerintah mendorong UMKM agar tetap bertahan dan segera pulih dari dampak pandemi covid-19 mendapat apresiasi.

Dukungan diberikan lantaran mulai terbangunnya kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk membantu UMKM.

Anggota Komisi VI DPR Adisatrya Suryo Sulisto mengatakan upaya pemerintah memberikan Bantuan Presiden Usaha Mikro sejak akhir Agustus lalu dan menyerap produk-produk UMKM melalui belanja badan usaha milik negara (BUMN) sangat membantu para pengusaha kecil untuk bertahan di tengah pandemi. (E-1

Baca Juga

Antara

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pegadaian Lakukan Standardisasi Outlet

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:22 WIB
PT Pegadaian Persero melakukan standardisasi terhadap 220 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia pada tahun...
AFP/Cristina Vega Rhor

Bank Sentral Jual Emas Pertama Kali sejak 2010

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:16 WIB
Mereka memanfaatkan harga emas yang tinggi pada saat fiskal...
Antara

Tabungan Haji BNI Syariah Tumbuh 13% di Tengah Pandemi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:14 WIB
Tabungan haji BNI Syariah yang dikenal dengan Tabungan BNI Baitullah iB Hasanah per September 2020 tercatat tumbuh 13% dari periode yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya