Senin 19 Oktober 2020, 05:22 WIB

DKI Sebut Pengembang Bersalah

Put/J-1 | Megapolitan
DKI Sebut Pengembang Bersalah

MI/ANDRI WIDIYANTO
Warga melihat petugas menggunakan alat berat saat sedang mengamankan dinding yang hampir longsor di kawasan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta.

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi pada pengembang perumahan Melati Residence akibat peristiwa longsornya dinding turap pembatas perumahan itu yang hingga materialnya menutupi anak Kali Setu dan merusak rumah lainnya.

Peristiwa pada Sabtu (10/10) lalu membuat sejumlah rumah rusak dan satu warga meninggal dunia.

“Jadi nanti kami pastikan, Pak Gubernur sudah periksa juga siapa pun nanti kalau ada yang melanggar tata ruang kita akan beri sanksi termasuk ke kasus yang terjadi di Ciganjur tersebut,” ungkap Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, atau yang akrab disapa Ariza, di Jakarta, kemarin.

Setelah diteliti Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, penyebab dinding longsor ialah konstruksi dinding turap pagar pembatas perumahan sudah
menjorok ke badan kali yang menjadi saluran penghubung tersebut.

Ariza mengungkapkan hal itu seharusnya dilarang karena masyarakat yang memiliki lahan di pinggir kali harus menyisakan ruang saat hendak membangun properti. Tujuan nya agar bangunan milik masyarakat tak berbatasan langsung dengan kali sehingga tak membahayakan saat debit air sedang tinggi.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Mustajab mengatakan jika bangunan perumahan Melati Residence terbukti melanggar izin karena
membangun melebihi IMB yang diterbitkan, pihaknya secara tegas meminta bangunan dibongkar.

Wagub pun mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan meninjau kembali dan mengevaluasi total tata ruang Ibu Kota. “Kita akan mengevaluasi total di seluruh Jakarta terkait tata ruang ya. Jadi nanti kami pastikan siapa pun yang melanggar tata ruang akan diberi sanksi,” ungkapnya.

Selain itu Dinas SDA juga terus melanjutkan pengerjaan Grebek Lumpur dalam rangka pencegahan banjir. Dalam program yang telah dilakukan sejak Maret 2020 tersebut, dilakukan pengerukan lumpur baik menggunakan alat berat, maupun secara manual dengan melibatkan warga melalui kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal.

“Jadi, di masa pandemi ini tugas kita lebih berat lagi ya. Untuk itu, kita membutuhkan dukungan dari masyarakat, setidaknya kita minta untuk patuh juga membuat sumur resapan. Kemudian yang tidak kalah penting, masyarakat juga disiplin tidak membuang sampah sembarangan. Saya minta kepada setiap wali kota untuk mengajak seluruh warga aktif dalam rangka bersihkan lingkungan,” tutup Ariza. (Put/J-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Dinilai Represif, Polri: Kami Juga Diajarkan HAM

👤Yakub Pryatama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 09:55 WIB
Awi pun menceritakan kisahnya yang sempat didampingi dalam pengajaran HAM oleh salah seorang dosen dari Universitas Hasanuddin Makassar...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Soal Sanksi Perda Covid, Fraksi PKS Minta Warga Tunggu Pergub

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 08:47 WIB
Sebagian publik menilai ancaman hukumannya terlalu tinggi, sementara vaksin untuk covid-19 dinilai masih dalam tahap...
ANTARA/HO-Damkar Jaktim

Bus Jakarta-Wonigiri Terbakar di Tol Jagorawi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 08:32 WIB
Bus bernomor polisi AD 1422 EF milik Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya itu terbakar di jalur lambat arah Bogor, Jawa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya