Minggu 18 Oktober 2020, 15:29 WIB

Intani Bangun Korporasi Petani 1.000 Ha di Ujung Genteng

mediaindonesia.com | Nusantara
Intani Bangun Korporasi Petani 1.000 Ha di Ujung Genteng

Ist
Penanaman perdana Korporasi Petani di di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

 

PERKUMPULAN Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intan) membangun korporasi petani seluas 1.000 hektare di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Ini salah satu upaya kami meningkatkan kesejahteraan petani dan membangun kedaulatan pangan berbasis masyarakat,”ungkap Guntur Subagja Mahardika, Ketua Umum Intani.

Korporasi Petani budidaya padi ini mengkolaborasikan para pemangku kepentingan (stakeholders) sektor pertanian secara terintegrasi mulai dari on-farm (budidaya) hingga off-farm (pasca panen).

Intani menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan para pelaku industri pertanian mulai dari sarana produksi pertanian, permodalan, pendampingan, produksi pasca panen, teknologi, hingga off-taker (pembeli hasil produksi)

Penanaman perdana Korporasi Petani dilakukan Sabtu (17/10) oleh Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika, Kepala Pusat Penganekaragaman Pangan Kementerian Pertanian Yasid Taufik, Direktur Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Waryono, Direktur Tanifund Edison Tobing, Direktur Utama PT Mitra Bumdes Nusantara (MBN) Agus Erhan, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP) Budiono, GM PT Pupuk Kujang M Yudi dan KH Samsuri, pengasuh Pesantren Pemberdayaan Al-Muhtadin.

Kepala Pusat Penganekaragaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Yasid Taufik meyakini korporasi petani akan menjadikan produksi efisien serta kualitas dan kuantitas lebih baik. Disampaing itu skala ekonomi memadai. “Dengan skala ekonomi petani akan sejahtera,” paparnya.

Direktur Diniyah dan Pesantren Kementerian Agama Waryono mengapresiasi korporasi petani Intani melibatkan pesantren sebagai hub dan penggerak masyarakat. “Pesantren adalah penggerak pendidikan, sosial, dan ekonomi yang dapat menggerakan masyarakat,”ungkapnya.

Direktur Tanifund Edison Tobing menyampaikan Tanifund dan Tanihub Group akan membantu permasalahan-permasalahan petani, baik dari permodalan, teknologi, maupun pasar.

Untuk melakukan monitoring dan evaluasi korporasi petani, Intani menggandeng perguruan tinggi melalui Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia. “CSPS melakukan pemetaan, kajian, monitoring dan evaluasi hingga analisis SROI (social return on investment,” pungkas Ketum Intani, Guntur Subagja.

Untuk menembus pasar global, Presiden Arab Saudi - Indonesia Business Council, Hasan Gaido, akan membantu membuka jalur ekspor produk-produk pertanian Indonesia ke Timur Tengah dan sekitarnya.

Intani adalah organisasi masyarakat yang bertujuan meningaktkan kesejahteraan petani dan kemandirian pertanian Indonesia. Anggotanya terdiri dari petani, pengusaha, akademisi, dan masyarakat yang peduli terhadap petani dan pertanian Indonesia. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Harga Bahan Pangan di Klaten Fluktuatif

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 13:12 WIB
Pedagang pasar mengeluh pembeli sepi di masa pandemi...
ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

Manado&Tomohon, Kota di Sulut dengan Kasus Baru Korona Terbanyak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:52 WIB
Penambahan penularan baru covid-19 di Kota Manado dan Tomohon masing-masing sebanyak 15 dan 10...
ANTARA FOTO/FB Anggoro

BKSDA Aceh Bebaskan Beruang Madu yang Terjerat Kawat

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:43 WIB
Ada dugaan jerat itu sengaja dipasang karena tanaman kakao, pisang dan palawija di lokasi tersebut sering digasak hewan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya