Minggu 18 Oktober 2020, 14:46 WIB

Mentan Minta Perkuat Karantina Pertanian untuk Hadapi Tantangan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan Minta Perkuat Karantina Pertanian untuk Hadapi Tantangan

Ist/Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat memimpin apel di Balai Uji Terap Teknik Metode Karantina Pertanian, Bekasi, Minggu (18/10).

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta jajaran Badan Karantina Pertanian (Barantan) untuk mampu beradaptasi pada perkembangan perkarantinaan dan perdagangan internasional yang terus bergerak dinamis.

Menurut Mentan, hingga saat ini Barantan telah mampu membuktikan sebagai benteng terdepan pertanian Indonesia dalam menjaga dan melindungi kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia untuk kesejahteraan bangsa dan negara.

"Bertepatan dengan Hari Karantina Pertanian ke 143 ini, juga merupakan momentum pemberlakuan perkarantinaan yang baru melalui Undang-undang No.21 tahun 2019 yang menjadi tonggak bagi reformasi Badan Karantina Pertanian dalam beradaptasi terhadap perkembangan zaman," ujar Mentan saat memimpin apel di Balai Uji Terap Teknik Metode Karantina Pertanian, Bekasi, Minggu (18/10).

Seiring berjalannya UU No.21, kata, Mentan, tugas penyelenggaraan perkarantinaan semakin berkembang. Selain itu, para jajaran badan karantina pertanian sebagai economic stools dan border protection harus semakin dipertegas. 

Kemudian, lanjut Mentan, sistem penelusuran yang diamanakahkan wajib dibangun juga menjelaskan jangkauan perkarantinaan untuk dapat bersinergi lebih baik dengan entitas lainnya.

"Kerjasama dengan TNI, Polri, dan Bea Cukai harus mampu manjadi sebuah kekuatan dalam memperkuat pemeriksaan sistem logistik," katanya.

Mentan menilai, melalui skema single submission badan karantina pertanian bersama dengan bea cukai dan karantina mendukung ekosistem logistik nasional melalui iklim logistik yang lebih baik dan diharapkan makin mempermudah bagi pelaku usaha di bidang agribisnis

"Penguatan sistem perkarantinaan merupakan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia. Oleh karena itu, laboratorium uji hingga sarana dan prasarana menjadi modal utama serta memanfaatkan teknologi informasi guna mempercepat layanan untuk meningkatkan daya saing serta penguatan diplomasi pertanian," tutupnya.

Baca Juga

Antara/Ampelsa

Garuda Indonesia Siapkan Pesawat Kargo untuk Ekspor

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 22:30 WIB
Potensi ekspor salah satunya pada produk makanan laut masih sangat...
ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Stok Beras Capai Tujuh Juta Ton, Mentan Apresiasi Kerja Petani

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 21:30 WIB
Produksi beras juga indikator utama di mana kesejahteraan petani perlahan tapi pasti terus mengalami...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Rekor, Penumpang Pesawat di 19 Bandara Capai 110 Ribu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:10 WIB
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang pada Kamis (28/10) mencapai 64.021 orang dengan 644...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya