Minggu 18 Oktober 2020, 14:46 WIB

Jatim Konsisten Melakukan Screening dan Testing Masif

RO/Micom | Nusantara
Jatim Konsisten Melakukan Screening dan Testing Masif

dok.mi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

JAWA Timur terus konsisten meningkatkan testing untuk screening maupun tracing dalam mencegah penyebaran covid-19. 

Per hari ini, penggunaan rapid test baik antibody maupun antigen untuk kegiatan screening dan Tracing telah tembus 1.005.807 test. Dari jumlah tersebut, ditemukan 84.436 kasus yang reaktif dan ketika di follow up dengan menggunakan PCR ditemukan 15.247 kasus positif covid-19. 

Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur karena Jatim terus konsisten untuk melakukan screening dan tracing massif. Bahkan, berkat keagresifan screening dan isolasi yang dilakukan telah membantu menurunkan penularan covid-19, sehingga kasus aktif covid-19 hari ini di Jawa Timur tinggal 5,56% per tanggal 17 Oktober 2020.

"Saat ini screening dan Tracing di Jatim berkontribusi terhadap hampir sepertiga temuan kasus covid-19 di Jawa Timur. Disamping itu, agresifitas ini mampu menurunkan kasus aktif covid-19 hari ini di Jatim tinggal 5,56%," terang Khofifah di tengah kunjungan kerjanya di Kabupatan Pacitan, Minggu (18/10). 

Khofifah menjelaskan, screening di Jawa Timur utamanya difokuskan pada lokasi yang beresiko tinggi maupun kontak erat pasien positif covid-19. 
 
Ditambahkan, selain operasi yustisi yang sangat efektif meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan. Screening, tracing dan isolasi ini juga cukup efektif dilaksanakan di Jawa Timur. 

"Saya mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada  masyarakat Jatim yang telah patuh dan bersedia  dilakukan screening dan isolasi. Tak lupa juga terimakasih kepada  TNI, Polri, nakes dan relawan yang bekerja keras dalam proses screening maupun tracing. Alhamdulillah dari 385.666 kontak erat yang ditemukan, hanya 66 orang yang menolak dilakukan isolasi dan pemeriksaan," urai mantan Mensos RI ini. 

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, meskipun adanya tren yang menggembirakan dalam penurunan covid-19. Dirinya, juga terus mengingatkan agar protokol kesehatan harus terus di patuhi dan masyarakat tidak perlu takut untuk dilakukan screening. 

"Meski Jatim sudah terbebas dari Zona Merah, namun covid-19 di Jatim masih belum berhenti penyebarannya. Karenanya jangan sampai kendor untuk terus patuh protokol kesehatan. Kerjasama antara pemerintah, TNI, Polri, nakes, dan masyarakat di Jatim yang menunjukkan hasil yang baik ini harus  terus dipertahankan sambil menunggu vaksin yang diberikan untuk masyarakat," urai Khofifah. 

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga memberikan apresiasi pada Kabupaten Pacitan sebagai daerah dengan jumlah kasus penyebaran dan kematian covid-19 terendah di Jatim. 

Berdasarkan data per tanggal 17 Oktober total kasus terkonfirmasi covid-19 sebanyak 178 orang. Dengan kasus aktif 40 orang, sembuh 134 orang, dan meninggal 4 orang, sehingga mortality rate nya hanya 2,25%. (J-1) 
 

Baca Juga

MI/Lilik Darmawan

Banjir Landa Cilacap, Ratusan Warga Dievakuasi

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:57 WIB
BPBD Kabupaten Cilacap terus melakukan evakuasi terhadap warga yang masih bertahan di rumah-rumah yang terendam banjir di Kecamatan...
MI/Bagus Suryo

Kuota Pupuk Subsidi di Kabupaten Malang Ditambah

👤Bagus Suryo 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:47 WIB
Alokasi kebutuhan pupuk subsidi di Jawa Timur pada 2020 sempat berkurang dan dampaknya dirasakan Kabupaten...
MI/Dwi Apriani

Bangun Kantor Gubernur Sumsel Untuk Keseimbangan Ulu dan Ilir

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:28 WIB
Bangunan kantor gubernur Sumsel sebagai bangunan warisan budaya (heritage) yang ditetapkan dan tidak boleh diubah bentuknya karena usia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya