Minggu 18 Oktober 2020, 13:25 WIB

Mengapa Jateng, Papua, Bali Dapat Atensi Khusus Satgas Covid-19?

Zubaedah Hanum | Humaniora
Mengapa Jateng, Papua, Bali Dapat Atensi Khusus Satgas Covid-19?

Antara
Kremasi pasien covid-19 di Bali.

 

PERKEMBANGAN penanganan Covid-19 di Indonesia pada 10 provinsi prioritas menunjukkan hasil yang baik. Meski demikian, ada tiga provinsi yang mendapat perhatian khusus dari Satgas Penanganan Covid-19.

"Kami perlu memberikan perhatian lebih pada Jawa Tengah, Papua dan Bali," sebut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dikutip dari laman BNPB, Minggu (18/10).

Wiku menjelaskan, ketiga provinsi itu mendapat perhatian berdasarkan hasil evaluasi dua pekan terakhir yakni pada kurun 27 September 2020, 4 Oktober 2020 dan 11 Oktober 2020.  

Untuk kasus aktif secara umum menurun. Namun, sambung Wiku, kasus di Jawa Tengah dan Papua justru meningkat. Sedangkan di Bali, Satgas Penanganan Covid-19 mencermati naiknya angka kematian covid-19 di Pulau Dewata dalam dua minggu terakhir.

Dijelaskan Wiku, untuk Jawa Tengah selama 2 pekan terakhir (27 September-11 Oktober) persentase kasus aktif meningkat dari 22,49% menjadi 23,94%. Di sisi lain, angka kesembuhannya menurun dari 71,09% menjadi 70,35%.

"Meskipun angkanya kecil, kesembuhan harus tetap dijaga untuk selalu meningkat," kata Wiku.

Papua tidak jauh berbeda dengan Jawa Tengah. Peningkatan persentase kasus aktif yang cukup signifikan dari 35,7% menjadi 43,3%. Kesembuhan 62,8% menurun menjadi 55,21%.

Wiku menjelaskan, peningkatan kasus aktif dan penurunan kesembuhan di Papua selain disebabkan transmisi lokal, bisa disebabkan kegiatan penelusuran kontak atau tracing, pemeriksaan spesimen atau testing dan pelayanan kesehatan atau treatment yang kurang.

"Selain itu banyak pasien yang datang ke rumah sakit dalam gejala berat, hal ini menyebabkan pasien kurang efektif dan menurunkan kemungkinan pasien untuk sembuh," jelasnya.

Sementara itu di Bali, persentase kematian covid-19 pada 27 September tercatat 2,97% dan naik menjadi 3,11% pada 4 Oktober dan meningkat lagi pada 11 Oktober menjadi 3,17%.

Di sisi lain, imbuhnya, kesembuhan pasien covid-19 di Bali meningkat dari 81,90% pada 27 September menjadi 83,46% pada 4 Oktober dan 85,90% pada 11 Oktober. Kasus aktif menurun dari 15,13% pada 27 September menjadi 11,03% pada 11 Oktober.

"Peningkatan kualitas rumah sakit rujukan, ditambahnya fasilitas isolasi mandiri atau rumah sakit darurat dapat membantu menekan angka kematian. Kepada warga Bali jika ada gejala Covid-19 segera melaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin," pesannya.

Data Kementerian Kesehatan terkini menyebut, secara nasional kasus aktif ada 63.231 kasus atau 18,1% dibandingkan rata-rata dunia 22%. Jumlah kasus sembuh kumulatif 273.661 atau 78,4% dimana kasus sembuh rata-rata dunia 75,1%. Pada kasus meninggal 12.268 atau 3,5% dibandingkan rata-rata dunia 2,82%. Penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini ada 4.411 kasus. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/Aswaddy Hamid

Realisasi Bansos Tunai Covid-19 Kemensos Capai 82%

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:26 WIB
Bansos tunai Kemensos ditujukan bagi 9 juta masyarakat tidak mampu di 33 provinsi di...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko

Populasi Komodo di Lembah Loh Buaya Meningkat dalam Beberapa Tahun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:17 WIB
Total jumlah biawak komodo pada 2018 sebanyak 2.897 individu dan pada tahun 2019 bertambah menjadi 3.022 individu atau bertambah 125...
Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Tinjau Pengembangan Lumbung Pangan Baru di Sumatra Utara

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:10 WIB
Presiden juga diagendakan menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Stadion Simangaronsang, Kecamatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya