Minggu 18 Oktober 2020, 04:13 WIB

Kemendikbud Terjunkan Mahasiswa Bantu PJJ

Aiw/J-1 | Humaniora
Kemendikbud Terjunkan Mahasiswa Bantu PJJ

Dok Medcom
Menteri Pendidikaan dan Kebudayaan Nadiem Makariem

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan kembali meluncurkan program Mengajar dari Rumah, yakni gerakan sukarela (voluntary) yang diikuti mahasiswa seluruh Indonesia. Program ini bertujuan meringankan beban orangtua dan guru dengan cara mengajar peserta didik jenjang PAUD/TK, SD/MI, dan SMP/MTs di lingkungan masing-masing.

Kegiatan Mengajar dari Rumah diinisiasi Badan Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (BPP Permadani Diksi Nasional) bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud, dan menjaring relawan dari mahasiswa dan alumni Bidik- misi serta mahasiswa pada umumnya.

Para mahasiswa terjun langsung mengajar di lingkungan terkecil mereka, dimulai dari RT/RW, kampung, dan desa. Lokasi kegiatan bisa di rumah atau tempat strategis lainnya, dengan jumlah peserta yang terbatas agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Saya kagum dan bangga kepada para mahasiswa dan alumni yang terlibat. Di tengah tantangan dan keterbatasan, kalian berjiwa besar dan tanpa pamrih membantu masyarakat dengan cara mengajar dari rumah. Kalian sukarela meringankan beban para murid, guru, dan orangtua dengan memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun sedang pandemi,” ujar Nadiem dalam pernyataan tertulis, kemarin.

Dari 3.803 pendaftar, telah dipilih 750 relawan muda yang akan bertugas pada Program Mengajar dari Rumah Angkatan Kedua, yang akan berlangsung pada 18 Oktober-17 November 2020. Sebelumnya, para relawan angkatan pertama telah menyelesaikan tugas mereka pada periode 17 Agustus-16 September 2020.

Mendikbud mengingatkan mahasiswa perlu membawa misi perubahan perilaku untuk menekan penyebaran covid-19 di tengah masyarakat, khususnya perilaku sederhana 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Ketua BPP Permadani Diksi Nasional Rizal Maula mengatakan, mahasiswa dan alumni penerima Beasiswa Bidikmisi akan selalu berkhidmat berprestasi dan mengabdi untuk Indonesia.

“Salah satunya ialah dengan ikhtiar mengadakan program Mengajar Dari Rumah dan Gerakan Meng ubah Perilaku ini, semoga bisa turut menjawab tantangan pendidikan di Indonesia akibat covid-19,” ucapnya.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas TPC-19) Doni Monardo mengatakan perubahan perilaku sangat penting untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Kita semua, termasuk ka- lian mahasiswa relawan, harus menjelaskan kepada masyarakat, bahwa covid-19 nyata, bukan rekayasa, bukan konspirasi,” tandasnya. (Aiw/J-1)

Baca Juga

ANTARA/Jojon

AAJI Kerja Sama dengan BenihBaik.com Bantu Guru Terdampak Pandemi

👤Retno Hemawati 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:00 WIB
Bantuan disalurkan melalui Benihbaik.com, sebagai platform crowdfunding yang terpercaya, dengan nominal sebesar Rp300...
Dok. Instagram

Livi Zheng Melangkah Maju

👤Zubaedah Hanum 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 02:35 WIB
MUDA dan perempuan. Dalam sekali tepukan, sutradara Livi Zheng, 31, berhasil mematahkan anggapan bahwa orang muda dan perempuan ialah kaum...
Dok. Kevin Aprilio

Kevin Aprilio Berkali-kali Tertunda Akhirnya Menikah Juga

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 02:15 WIB
MEMUTUSKAN untuk menikah di masa pandemi covid-19 menjadi sebuah keputusan besar yang diambil musikus Kevin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya