Minggu 18 Oktober 2020, 03:05 WIB

Choirul Mahpuduah: Mendirikan Kampung Kue

Bagus Pradana | Weekend
Choirul Mahpuduah: Mendirikan Kampung Kue

mi/permana
Choirul Mahpuduah.

CHOIRUL Mahpuduah, 51, atau yang akrab dipanggil Irul ialah buruh korban pemutusan hubung an kerja (PHK) karena sikap kritisnya terhadap perusahaan.

Perempuan asal Kediri itu sebelumnya kerja di perusahaan pembuat alat-alat rumah tangga di Surabaya selama kurang lebih tiga tahun. Pada 1993, ia dipecat karena memprotes kebijakan pabrik yang abai terhadap hak-hak buruh perempuan, seperti tidak adanya fasilitas ruang ganti pakaian serta kebijakan pemeriksaan bagi buruh yang ingin mengambil cuti haid, yang cenderung mengarah ke pelecehan.

“Tak ada tempat ganti baju khusus perempuan, jadi kalau mau ganti baju harus sembunyi-sembunyi di bawah mesin. Bahkan, ketika kita ingin cuti haid harus diperiksa, kita harus menunjukkan celana dalam benar-benar merah atau tidak,” cerita Irul saat menjadi narasumber pada acara Kick Andy, Minggu (18/10/2020).

Bersama dengan buruh-buruh lainnya, Irul sempat memprotes perusahaan melalui demonstrasi ke Pemerintah Kota Surabaya. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru ditangkap polisi dengan tuduhan sebagai provokator. “Aku sempat nginep di kantor polisi, dituduh sebagai provokator, diinterogasi, enggak dikasih makan,” aku Irul.

Buntut dari sikap kritis Irul pun berbuah PHK. Setelah di-PHK pada 1993, Irul sempat melamar kerja di beberapa pabrik, tetapi tidak diterima karena namanya telah di-blacklist sejumlah pabrik di Surabaya. Irul lalu bergabung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di sektor perburuhan. Di sana ia belajar untuk mengadvokasi hak-hak buruh di Surabaya. Untuk menyambung hidup, Irul pun sempat berdagang kaki lima, tapi usahanya kena gusur.

Pada 1998, saat krisis ekonomi melanda Indonesia, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja besar-besaran di Kota Surabaya sehingga dampaknya banyak pengangguran baru bermunculan.

Irul yang dulu pernah mengalami PHK pun tergerak hatinya untuk membantu tetangga-tetangganya di daerah Rangkut Lor, Surabaya, untuk bangkit dari keterpurukan.

Pada 2005, Irul mengajak ibu-ibu dari keluarga yang terdampak PHK untuk bergabung dalam usaha kue kolektif yang ia rintis. Awalnya hanya ada 2 orang yang tertarik, tetapi setelah melihat usaha kue yang dirintis Irul semakin berkembang, mulai banyak warga bergabung bahkan tertarik mengikuti pelatihan pembuatan kue yang rutin Irul selenggarakan. Hingga akhirnya Kampung Rungkut Lor mulai dikenal sebagai ‘kampung kue’ di Surabaya.

“Waktu mendirikan kampung kue ini, passion saya bukan di kuliner, saya hanya melihat bahwa ibu-ibu di kampung ini punya bakat bikin kue, mereka saya kumpulkan. Kalau saya senangnya cuma ngumpulin orang,” kelakar perempuan yang juga merupakan seorang aktivis buruh tersebut.

Berkat kegigihannya membangkitkan semangat ibu-ibu di Surabaya, Irul pun menerima berbagai apresiasi dan penghargaan. Bahkan, ia pernah dinobatkan sebagai salah satu dari tiga wirausahawan perempuan inspirasional oleh Facebook dalam program #SheMeansBusiness pada 2018.

Model pemberdayaan sosial berbasis komu nitas yang Irul kem bangkan di Kampung Rungkut ini pun mu lai ditiru di banyak tempat, di antara nya di Tangerang Selatan, Bogor, dan Pacitan.

“Saya senang de ngan berbagai penghargaan itu, tapi yang paling membahagiakan tentu saja bisa bermanfaat bagi orang lain, itu lebih penting bagi saya. Keinginan saya itu ingin me wujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan, kalau bisa enggak ada yang nganggur,” pungkas Irul. (M-4)

Baca Juga

123Rf

Hidup Ceria Demi Terhindar Pikun

👤Galih Agus Saputra 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 23:42 WIB
Antusiasme dan keceriaan bisa mengurangi risiko anjloknya daya...
Ist

Pengguna Spotify Kuartal Ketiga Naik Menjadi 320 Juta

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 22:40 WIB
Pengguna platform streaming musik Spotify naik menjadi 320 juta orang pada kuartal ketiga tahun...
Ilustrasi

Cara Seru Menikmati Libur Panjang Kala Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 21:00 WIB
Staycation di rumah tetapi bebas dari pekerjaan sehingga mirip seperti liburan sesungguhnya dibandingkan harus menempuh perjalanan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya