Minggu 18 Oktober 2020, 02:15 WIB

Untuk Masak Praktis yang Antigagal

Galih Agus Saputra | Weekend
Untuk Masak Praktis yang Antigagal

Dok. Saltkitchen
Ayam Rica-Rica

DI saat pandemi pun nyatanya memasak sendiri di rumah bisa tetap merepotkan bagi banyak orang. Jika di masa normal, mereka terburu waktu untuk berangkat ke kantor. 

Di masa bekerja di rumah, waktu juga seolah tetap sempit karena harus mendampingi sang buah hati belajar daring ataupun karena pekerjaan yang tetap berderet. Sebab itu, segala hal yang membuat memasak di rumah menjadi lebih praktis selalu disambut, baik saat pandemi maupun tidak. 

Kebutuhan inilah yang dengan jeli ditangkap Saltkitchen. Berdiri sejak 2019, bisnis kuliner ini fokus pada penyediaan paket bahan memasak yang lengkap. Tiap paket yang disediakan Saltkitchen umumnya terdiri atas sayuran yang telah dipotong-potong, bumbu, dan daging atau ikan yang juga sudah siap dimasak. 

Tiap bagian itu juga ditandai dengan nomor urutan proses pemasakan. Media Indonesia sempat mencoba tiga paket masak dari Saltkitchen beberapa waktu lalu, yakni cumi asin masak cabai hijau+petai, ayam masak rica, dan capcai goreng. 

Seperti yang terlihat di akun Instagram @saltkichen.id, mengolah paket masak itu memang mudah. Waktu memasak yang biasanya minimal 45 menit menjadi cukup 15 menit karena tidak perlu lagi menyiapkan bahan dan bumbu. 

Sayuran bahan capcai goreng memang diminta untuk dicuci Kembali, tetapi telah diterima dalam keadaan terpotong dan bersih. Dalam paket masak capcai goreng ini juga tersedia bakso sapi, hati, dan ampela ayam rebus.

Paket cumi asin masak cabai hijau+petai Saltkitchen terdiri atas bumbu cabai hijau, cumi asin yang sudah direbus, dan petai yang telah dikupas. Ada perpaduan rasa manis, pedas, dan gurih ketika pertama kali mencoba cumi asin masak cabai hijau+petai ala Saltkitchen.

Sekilas, tampilan bumbunya tampak seperti sambal cabai hijau di rumah makan Padang, hanya saja ia semakin nikmat ketika disantap dengan cumi yang didominasi rasa asin.

“Dulu waktu awal-awal kami memulai dengan 60 menu. Setelah jalan sekian lama, kami develop terus hingga saat ini punya kurang lebih 100 menu,” jelas pemilik Saltkitchen, Arianisti Zulhanita, kepada Media Indonesia lewat sambungan telepon, Kamis (01/10).

Perempuan asal Depok, Jawa Barat, yang sehari-hari bekerja sebagai pengacara itu, mengungkapkan jika pendirian Satlkitchen berawal dari pengalaman sendiri yang sering akhir nya membuang sayuran karena tidak sempat memasak.

Arianisti menjelaskan jika penyajian bumbu dan sayuran Saltkitchen telah mengalami pengembangan. Pada awalnya, semua daging ataupun ikan dikirim dalam keadaan mentah. “Ayam dulu juga mentah, tapi sayangnya kadang ada yang tidak bagus waktu sampai tujuan. Akhirnya, kami menyiasatinya dengan digoreng,” imbuh Arianisti. 

Dengan begitu, slogan ‘masak praktis, antigagal’ yang ia usung benar-benar bisa terwujud di pelanggan. Sama halnya cumi asin masak cabai hijau, paket ayam masak rica juga terdiri atas tiga bagian. Di dalamnya ada bumbu rica, lima potong ayam, seperti dada dan paha, serta jeruk limau. 

Kata Arianisti, menu yang satu ini sudah ada sejak pertama kali ia memulai bisnis Saltkitchen. “Dari dulu selalu jadi best seller. Dalam sebulan bisa laku kurang lebih 80 paket. Ada juga yang sekali pesan untuk persediaan tiga hari,” tuturnya.  Namun, Saltkitchen belum menyediakan paket masak untuk diet tertentu, seperti masakan tanpa mentega, kacang, dan lainnya.


Berbeda dengan frozen food

Menurut Arianisti, mulanya publik kerap mengira Saltkitchen menyediakan makanan beku (frozen food). Meski beberapa bahan seperti daging atau ikan di dalamnya juga dapat disimpan di lemari beku, tetapi konsep ‘ready to cook’ sebenarnya sangat berbeda dengan makanan beku karena di dalamnya benar-benar menyajikan makanan yang berasal dari bahanbahan pilihan dan segar.

Untuk menjamin kualitas makanan pelanggan, Saltkitchen tiap harinya juga tidak pernah menyimpan bahan atau sayuran di dapur. Lantaran sistem pemesanan dilakukan secara preorder, bahan-bahan yang dibeli selalu mengikuti kuantitas dari pelanggan. 

Semua bahan-bahan segar itu kemudian dikirim dari dapur mereka di Depok. Untuk biaya pengi riman dipatok sebesar Rp15.000 yang berlaku di seluruh Jabodetabek dari dapur Saltkitchen yang berada di Depok.

Beberapa pelanggan, baik pria maupun perempuan, aku Arianisti, kadang kala memesan paket Saltkitchen tanpa menggunakan merek atau label. Usut punya usut, hal itu rupanya mereka lakukan supayadapat membanggakan diri di hadapan tiap-tiap pasangan bahwa mereka juga pandai memasak.

Lebih dari itu, paket Saltkitchen dewasa ini juga telah menjadi solusi bagi pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan di musim pandemi. Seorang pelanggan mereka menggunakan paket Saltkitchen sebagai pelengkap suvenir mereka. Para rekan dan kerabat yang tidak dapat hadirpun tetap dapat merasakan momen perayaan pernikahan itu.

“Jadi, waktu itu tidak boleh kan mengundang banyak orang, nah si pelanggan yang menikah ini memesan kalau saya tidak salah ingat 200 paket. Minta dikirim alamat undangannya begitu, dikirimnya juga lengkap dengan suvenir pernikahan mereka,” tutur Arianisti.

Dalam perhitungan Arianisti, penjualan Saltkitchen meningkat hingga dua kali lipat di masa-masa awal dan pertengahan pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Berbagai macam menu Nusantara yang ditawarkan selalu diserbu pelanggan, meski saat ini Saltkitchen juga tengah memikirkan berbagai macam menu populer dari negara lain.

“Bagaimana sih, misalnya, kalau ramen dikemas dengan konsep Saltkitchen. Sudah punya rencana untuk menjalin kerja sama dengan salah satu koki dari Jepang juga, tapi itu yang saat ini sedang kami pelajari,” tutup Arianisti. (M-1)

Baca Juga

Unsplash/ Azamat Kinzhitayev

Kurang Dikenal, 5 Kota Asia ini Menawarkan Surga Wisata

👤MI Weekend 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:05 WIB
Almaty, Harbin, hingga Bacolod adalah kota-kota indah di Asia yang belum begitu populer bagi turis...
AFP/LUIS ACOSTA

Cek Fakta Baru: Bulan lebih Kaya Air dari yang Diperkirakan

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 15:40 WIB
Kondisi ini meningkatkan peluang astronot dalam misi luar angkasa di masa depan dapat menemukan sumber air dan mungkin bahkan bahan bakar...
 ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/

KEMBALI20; Melihat Bali dengan Cara Berbeda

👤Abdillah Marzuqi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 15:25 WIB
Helatan yang bakal diadakan 29 Oktober – 8 November itu sebagai perwujudan dedikasi Bali dalam industri seni...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya