Sabtu 17 Oktober 2020, 17:45 WIB

Pelanggaran Prokes Pada Kampanye Pilkada Naik Dua Kali Lipat

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Pelanggaran Prokes Pada Kampanye Pilkada Naik Dua Kali Lipat

DOK MI
Pilkada

 

HINGGA 10 hari kedua penyelenggaraan tahapan kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan pelanggaran Kesehatan (prokes) meningkat hingga dua kali lipat.

Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan & Sosialisasi Mochammad Afifuddin menuturkan peningkatan itu terjadi seiring bertambahnya jumlah pelaksanaan kegiatan kampanye dengan metode tatap muka dan/atau pertemuan terbatas.

Dari hasil temuan Bawaslu, pelanggaran prokes pada 10 hari kedua kampanye, yaitu 6-15 Oktober sebanyak 375 kasus. Angka tersebut, ujar Afif, bertambah 138 jika dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye (26 September-5 Oktober) jumlah pelanggaran prokes tercatat 237 kasus.

"Bawaslu menindaklanjuti pelanggaran tersebut dengan menerbitkan peringatan tertulis untuk pasangan calon dan/atau tim kampanye hingga pembubaran kampanye. Sejauh ini sudah 233 surat peringatan tertulis dikeluarkan pada kampanye 10 hari kedua," ujar Afif melalui siaran pers, Sabtu (17/10).

Afif mengungkapkan jumlah peringatan yang dikeluarkan Bawaslu, meningkat sebanyak 163 surat jika dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye, pihaknya mengeluarkan 70 surat peringatan. Selain peringatan, Bawaslu juga mengeluarkan sanksi berupa pembubaran kampanye sebanyak 35 tindakan.

"Peningkatan jumlah pelanggaran protokol kesehatan dibandingkan pada 10 hari kampanye pertama berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kampanye dengan metode pertemuan terbatas dan/atau tatap muka," tutur Afif.

Bawaslu mencatat, ada sebanyak 16.468 kegiatan kampanye pertemuan terbatas di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan pada periode 10 hari pertama kampanye yaitu sebanyak 9.189 kegiatan kampanye.

Pihaknya, tutur Afif, juga memetakan peningkatan pasien positif terinfeksi Covid-19 dan menyandingkannya dengan data jumlah kegiatan kampanye pertemuan terbatas. Pemetaan dilakukan di sembilan provinsi yang menyelenggarakan pemilihan gubernur (pilgub).

"Terkait jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19, ada daerah yang mengalami kenaikan ada pula yang mengalami penurunan jumlah," terang Afif.

Meski pelanggaran prokes meningkat, Bawaslu menyatakan bahwa kegiatan kampanye dengan metode daring juga mulai banyak dilakukan pada 10 hari kedua kampanye. Jumlahnya meningkat menjadi 98 kegiatan. Sedangkan kampanye daring pada 10 hari pertama kampanye hanya 69 kegiatan.

Bawaslu, imbuh Afif, juga menemukan dan menerima laporan dugaan pelanggaran pada kampanye melalu media sosial (medsos) sebanyak 36 dugaan pelanggaran. Pelanggaran kampanye melalui medsos di antaranya berupa penyebaran konten dengan materi yang dilarang (hoaks, hasutan, dan/atau ujaran kebencian) dan dugaan pelanggaran asas netralitas yang dilakukan oleh ASN serta pejabat di media internet.

"Tehadap dugaan pelanggaran tersebut, Bawaslu telah menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur terhadap bentuk pelanggaran. Di antaranya adalah, penyampaian surat peringatan, pembubaran kegiatan kampanye dengan melibatkan kepolisian dan Satpol Pamong Praja," tukasnya. (R-1)

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

KPK Periksa Chairuman Harahap Terkait Kasus KTP-E

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:42 WIB
Keterangan Chairuman bakal mempertajam berkas penyidikan rasuah yang merugikan negara Rp2,3 triliun...
ANTARA/Mohammad Ayudha

Bawaslu Sayangkan Rendahnya Tingkat Kampanye Daring

👤Anggitondi Martaon 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:08 WIB
Mayoritas paslon Pilkada 2020 lebih memilih kampanye tatap muka. Metode ini dianggap rawan menyalahi aturan, salah satunya ketentuan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Dalam Setahun, Kejagung Jatuhkan Sanksi pada 109 Jaksa

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 07:58 WIB
Pemeriksaan oleh Direktorat Jamwas dilakukan guna menilai tingkat kebenaran dari aduan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya