Sabtu 17 Oktober 2020, 15:47 WIB

Senin, Hasil Investigasi TGPF Intan Jaya Diserahkan ke Mahfud MD

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Senin, Hasil Investigasi TGPF Intan Jaya Diserahkan ke Mahfud MD

Dok. Kemenko Polhukam
Salah satu anggota TGPF Intan Jaya mengalami luka tembak saat proses investigasi.

 

TIM Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya akan menyerahkan kesimpulan atas temuan dan keterangan 42 saksi kepada Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD pada Senin (19/10) mendatang.

Hasil investigasi yang berlangsung pada 1-17 Oktober, juga disertai rekomendasi untuk pengungkapan kasus pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani.

"Mohon kami bukan penyidik, nanti ada giliran penyidik berbicara (mengenai pelaku pembunuhnya). Menyangkut capaian tim akan disampaikan langsung oleh Pak Menko Polhukam," ujar Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Benny J Mamoto dalam keterangan virtual, Sabtu (17/10).

Baca juga: Dosen UGM yang Ditembak di Papua Dievakuasi ke Jakarta

Menurut Benny, berkat anggota TGPF yang beragama latar belakang, tugas investigasi di Intan Jaya, Papua, selama 14 hari bisa diselesaikan. Padahal, tempat kejadian sangat sulit ditembus, serta adanya perbedaan budaya yang dikhawatirkan menjadi hambatan.

"Tapi ternyata Pak Mahfud telah menyusun tim yang terdiri dari akademisi, kejaksaan, pejabat polhukam, hingga tokoh agama. Tim ini begitu solid dan penuh semangat. Itu yang membuat kita bisa mencapai target," paparnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan TGPF telah mengumpulkan data, verifikasi informasi, berkomunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat, untuk mencari fakta yang sebenarnya. Transparansi hasil kerja TGPF juga dapat dibuktikan.

Baca juga: Investigasi Penembakan di Intan Jaya, Komnas HAM Butuh Satu Bulan

"Saya melihat keterwakilan pihak yang mengadukan (peristiwa di Intan Jaya) dalam tim TPGF. Itu salah satu bentuk transparansi," tukasnya.

Benny mengatakan TGPF bekerja dengan penuh keterbukaan dan kebebasan dalam menelusuri peristiwa di Intan Jaya.

"Foto yang akan berbicara tentang yang terjadi di sana. Rekaman yang berbicara penggalian informasi berjalan dalam suasana nyaman. Kami fokus pendekatan kultural, sehingga seluruh keluarga korban bisa menerima kami," sambung dia.

Baca juga: KKB di Intan Jaya makin Brutal

Diketahui tim investigasi lapangan TGPF diketuai Benny J Mamoto. Anggotanya terdiri dari Sugeng Purnomo, Makarim Wibisono, Jhony Nelson Simanjuntak, Henok Bagau, Apolo Safono, Constan Karma, Thoha Abdul Hamid, Samuel Tabuni dan Victor Abraham Abaidata. Berikut, I Dewa Gede Palguna, Bambang Purwoko, Budi Kuncoro, Rudy Heriyanto, Asep Subarkah, Eddy Rate Muis, Arif dan Edwin Partogi Pasaribu.

Sementara tim pengarah TGPF diketuai Tri Soewandono yang merupakan Sekretaris Kemenko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Anggotanya terdiri dari Purnomo Sidi, Lutfi Rauf, Rudianto, Armed Wijaya, Janedjri M Gaffar, Rus Nurhadi Sutedjo dan Rizal Mustary. Kemudian dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) diutus Jaleswari Pramodhawardani dan Imron Cotan perwakilan dari BIN.(OL-11)

Baca Juga

Dok.MI

Kejagung Tindak Lanjuti Investigasi TGPF Intan Jaya

👤Tri subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:19 WIB
Apabila hasil investigasi TGPF Intan Jaya menyangkut tindak pidana umum, maka kejaksaan akan mendukung pihak kepolisian untuk...
MI/MOHAMAD IRFAN

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

👤Sri Utami 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB
Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta...
MI/Adam Dwi

Mantan Sekretaris MA Nurhadi tidak Ajukan Eksepsi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:35 WIB
Nurhadi disidang bersama terdakwa lain, yakni Rezky Herbiyono yang juga merupakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya