Sabtu 17 Oktober 2020, 16:25 WIB

Ini Pengaruh Sentuhan Orangtua pada Bayi

Galih Agus Saputra | Weekend
Ini Pengaruh Sentuhan Orangtua pada Bayi

Unsplash/Eric Froehling
Penelitian gabungan tim dari Inggris dan Kanada mengungkapkan bahwa sentuhan kulit orangtua membuat otak bayi lebih sedikit merespon sakit.

SENTUHAN orangtua pada bayi yang baru saja lahir rupanya tidak hanya memberikan kehangatan. Ia juga tak hanya menjadi simbol kasih sayang, melainkan turut mempengaruhi kinerja otak sang bayi dalam merespon rasa sakit.

Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah ilmuwan dari Inggris dan Kanada dalam European Journal of Pain. Rasa sakit itu, menurut mereka, dialami oleh bayi ketika pertama kali merasakan kain pada kulit. Sebaliknya, otak sang bayi menunjukan respon yang berbeda ketika kulit mereka bersentungan langsung dengan kulit orangtuanya. 

Salah satu penyusun makalah penelitian, Lorenzo Fabrizi memaparkan, tim telah mengamati pemrosesan tingkat tinggi dalam otak bayi ketika digendong orangtua. Dalam amatan tersebut otak sang bayi tampak lebih sedikit merespon sakit. Lebih dari itu, pemrosesan juga terjadi di jalur yang berbeda  

"Meskipun kami tidak dapat memastikan apakah bayi tersebut benar-benar merasakan sakit yang lebih sedikit, akan tetapi temuan kami telah memperteguh pentingnya sentuhan yang terjadi antara orangtua dan bayi mereka yang baru lahir," katanya, seperti dilansir dari Sciencedaily, Jumat, (16/10).

Penelitian ini melibatkan 27 bayi yang lahir prematur dan berusia 0 - 96 hari. Penelitian berlangsung di University College London (UCL) Hospitals, dimana para peneliti mencoba merekam aktivitas otak bayi menggunakan elektroda EEG (Electroencephalography) yang ditempelkan pada kulit kepala.

Pada saat yang sama, bayi-bayi yang hanya menggunakan popok itu dipeluk dan bersentuhan langsung dengan kulit dada ibunya. Di kesempatan lain, aktivitas otak sang bayi juga diamati ketika dibaringkan di atas ranjang, maupun ketika ditidurkan di dalam inkubator dengan kondisi dibedong.

Rebecca Pillai Riddell dari Departemen Psikologi Universitas York yang turut terlibat dalam penelitian menjelaskan, respons terhadap sakit tertunda ketika terjadi kontak antar kulit. Rasa sakit yang dialami bayi mungkin masih sama, akan tetapi reaksi yang terlihat pada gelombang otak sang bayi sangat dipengaruhi oleh sentuhan.

"Temuan kami mendukung gagasan bahwa menggendong bayi yang baru lahir di dekat kulit Anda sangat penting untuk tumbuh kembangnya," tutur Rebecca.

Laura Jones dari Departemen Ilmu Saraf, Fisiologi & Farmakologi UCL menambahkan, bayi yang baru saja lahir pada dasarnya sangat peka dengan 'isyarat keibuan'. Oleh karena itu, temuan ini menurutnya telah memberikan informasi dan wawasan baru tentang bagaimana sang bayi belajar memproses ancaman dari luar.

"Orangtua dan dokter sebenarnya telah mengetahui selama bertahun-tahun betapa 'perawatan antar kulit' itu sangat penting untuk bayi yang baru saja lahir. Tetapi kini kami sudah benar-benar dapat menunjukkan bahwa metode ini memiliki dasar neurofisiologis yang sangat kuat," imbuhnya. (M-1)

Baca Juga

Unsplash/ Markus Spiske

Musisi Dunia Serukan Peningkatan Tarif Royalti di Spotify

👤Fathurrozak 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 17:10 WIB
Musisi menuntut pembayaran sesuai jumlah streaming, bukan proporsi prorata streaming...
123RF

Ternyata Ada Hubungan antara Fobia Matematika dan Kepercayaan Diri

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 15:35 WIB
Selalu cemas, jantung berdegup, atau bahkan keringat dingin saat belajar...
Dok. Instagram @ideosource

Losmen Bu Broto Kembali ke Layar Lebar

👤Fathurrozak 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 15:15 WIB
Maudy Koesnaedi akan memerankan sosok Bu Broto versi layar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya