Sabtu 17 Oktober 2020, 15:15 WIB

Ini yang Harus Dilakukan Pasien jika Positif Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
Ini yang Harus Dilakukan Pasien jika Positif Covid-19

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Petugas membawa pasien covid-19 OTG dengan bus sekolah menuju Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta, Kamis (24/9).

 

Masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui alur yang harus dijalani bagi pasien suspek atau terkonfirmasi positif covid-19. Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Kadir menjelaskan alur pelayanan tersebut melalui keterangan resmi pada Sabtu (17/10).

Pasien terkonfirmasi positif covid-19 akan menjalani sejumlah alur yang berlainan tergantung dengan kondisinya.

Seseorang dari zona merah atau kontak dengan pasien positif covid-19 termasuk suspek yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab. Jika hasilnya positif, penatalaksanaan pasien dilakukan berdasarkan gejala atau tanpa gejala yang dialami.

Baca juga: ASN Sasaran Utama Internalisasi Moderasi Beragama

Kadir mengatakan pasien yang kofirmasi positif covid-19 kemungkinan tidak mengalami gejala dan mengalami gejala sedang atau sakit berat.

“Penanganan pasien yang konfirmasi positif covid-19 ini berdasarkan gejala berat atau ringan. Tidak semua pasien pelayanannya sama,” kata dia.

Penanganan pasien positif covid-19 yang tidak bergejala akan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau di RS Darurat. Isolasi minimal 10 hari sejak ditegakkan diagnosis. Setelah isolasi 10 hari maka pasien dinyatakan selesai isolasi.

Lain hal nya dengan pasien positif covid-19 dengan gejala sakit ringan-sedang. Pasien diimbau untuk isolasi mandiri di rumah, RS Darurat, RS, maupun RS Rujukan covid-19. Isolasi minimal 10 hari sejak munculnya gejala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan. Setelah itu pasien dinyatakan selesai isolasi.

Bagi pasien positif covid-19 dengan gejala sakit berat akan diisolasi di rumah sakit atau rumah sakit rujukan. Pasien diisolasi minimal 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas demam dan gejala pernapasan. Pasien akan dilakukan lagi tes swab jika hasilnya negatif maka pasien akan dinyatakan sembuh.

Dalam pelayanan pasien positif covid-19 ada layanan alih rawat non isolasi. Layanan tersebut diperuntukkan bagi pasien yang sudah memenuhi kriteria selesai isolasi tetapi masih memerlukan perawatan lanjutan untuk kondisi tertentu yang terkait dengan komorbid, co-insiden, dan komplikasi.

Baca juga: Klaster Keluarga, Pasar, dan Perkantoran Dominasi Kota Sorong

Proses alih rawat diputuskan berdasarkan hasil assessment klinis yang dilakukan oleh dokter penanggungjawab pelayanan sesuai standar pelayanan atau standar prosedur operasional.

Bagi pasien yang diisolasi di rumah sakit, RS Darurat, maupun di RS Rujukan Covid-19 dapat dipulangkan berdasarkan pertimbangan dokter penanggungjawab pasien karena adanya perbaikan klinis, comorbid teratasi, dan/atau follow up PCR menunggu hasil.

Pasien konfirmasi tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, dan gejala berat/kritis dinyatakan sembuh apabila telah memenuhi kriteria selesai isolasi, dan dikeluarkan surat pernyataan selesai pemantauan, berdasarkan penilaian dokter di fasyankes tempat dilakukan pemantauan atau oleh dokter penanggungjawab pasien.

“Pasien konfirmasi dengan gejala berat dimungkinkan memiliki hasil pemeriksaan follow up RT-PCR persisten positif, karena pemeriksaan RT-PCR masih dapat mendeteksi bagian tubuh virus covid-19 walaupun virus sudah tidak aktif lagi (tidak menularkan lagi). Terhadap pasien tersebut, maka penentuan sembuh berdasarkan hasil assessmen yang dilakukan oleh dokter penanggungjawab pasien,” kata Kadir.

Sementara itu, pasien dapat dipulangkan dari perawatan di rumah sakit, bila memenuhi kriteria selesai isolasi dan memenuhi kriteria klinis sebagai berikut:

a. Hasil assesmen klinis menyeluruh termasuk diantaranya gambaran radiologis menunjukkan perbaikan, pemeriksaan darah menunjukan perbaikan, yang dilakukan oleh DPJP menyatakan pasien diperbolehkan untuk pulang.

b. Tidak ada tindakan/perawatan yang dibutuhkan oleh pasien, baik terkait sakit covid-19 ataupun masalah kesehatan lain yang dialami pasien.

• DPJP perlu mempertimbangkan waktu kunjungan kembali pasien dalam rangka masa pemulihan.

• Khusus pasien konfirmasi dengan gejala berat/kritis yang sudah dipulangkan tetap melakukan isolasi mandiri minimal 7 hari dalam rangka pemulihan dan kewaspadaan terhadap munculnya gejala covid-19, dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan. (H-3)

Baca Juga

ANTARA

Jusuf Kalla Tekankan Tugas PMI Saat Pendemi Covid-19

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:45 WIB
Wakil Gubernur Bali Bapak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan peran PMI sangat penting dalam bidang sosial kemanusiaan apalagi...
DOK IST

Unpad Juara Debat SDGs

👤Budi Ernanto 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:30 WIB
Sebanyak 250 tim dari seluruh Indonesia dalam acara virtual maraton dua...
Antara

BMKG: Gelombang Tinggi 6 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 20:51 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 28 - 30 Oktober 2020...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya